Instalasi dan Setting Linux di sekolah

| Posted in Linux Server, Project

Pasca menikmati sepakbola piala dunia 2006, aku dapat job lepas menggarap(setup) infrastruktur jaringan komputer lima lantai John Calvin School(JCQI) yang terletak di Kelapa Gading. Ini sekolah baru berdiri dengan tempat di Kelapa Gading dan Pulomas. Aku heran banyak sekali sekolah swasta di Jakarta Utara khususnya daerah Kelapa Gading seperti Yakobus, Don Bosco 1, Al Azhar, Tunas Karya, Universal, Central Sevilla, Jubilee, Gandhi, Singapore School, Saint Peters dan sebagainya. Letaknya pun berdekatan. Lengkapnya lihat link ini. Belum lagi lembaga pendidikan yang yang menerapkan pendidikan taman kanak-kanak atau sekolah dasar saja. Entah standar pendidikan apa yang diterapkan masing-masing sekolah ini, berburu siswa tiap tahun ajaran baru, belum lagi kalau tidak mendapat siswa yah memakai standar ganda bisa saja asal terima. Tapi kelihatannya sekolah sudah dijadikan ajang bisnis, semoga juga tidak mengurangi kekuatan mutu pendidikannya.

Pendiri John Calvin School adalah juga pendiri Saint Peters School. Setelah survey dan mempelajari gedungnya. Untuk topologi jaringan dengan model client & server di John Calvin yang memiliki 5 lantai, aku set dengan penempatan switch di tiap lantai, struktur bangunannya memiliki sub di tiap lantai sehingga memudah penarikan kabel UTP di tiap lantai. Switch masternya berada di lantai 5 sekaligus sebagai tempat ruang server dan koneksi ke internet memakai broadband wireless ke salah satu ISP. Di lantai 1 ada 4 komputer, lantai 2 ada 10 komputer, lantai 3 ada 20 komputer(Lab), lantai 4 belum ada komputer, dan lantai 5 ada 3 komputer bersama server. Setelah kabel jaringan ditarik dan dilabelin masuk ke proses crimping konektor RJ 45 di tiap kabelnya. Kemudian dengan menggunakan alat test kabel semua di test dan berjalan baik. Kemudian masuk ke tahapan setting server linux yang kali ini aku menjajal distro Fedora Core 5, service yang diaktifkan File Sharing dan Print Sharing dengan Samba 3, proxy dengan Squid 2.6, iptables, routing ke ISP, Content Filtering. Setelah itu testing trial ke client semua up dan ke ISP dan up. Done untuk server, masuk ke komputer client installin tools-tools penting dan menset agar dapat digunakan setiap hari. Kalau aku masuk ke lantai 2 tempat ruang guru-guru bule nya pasti mereka teriak “internet datang” gitulah terjemahannya, kayak iklan Telkom saja internet goes to school, memang jaman sekarang internet itu sudah menjadi konsumsi wajib manusia. Ada guru dari India bernama BS Kelkar, ini orang paling suka browsing ke situs India Times orangnya baik tapi bahasa inggris susah dicerna, atau kupingku kali yang susah nangkap kata-katanya, tapi dia baik dan ramah. Internet ada semua senang, tapi jangan kebablasan lupa kerja.

Comments (2)

Mas henry saya lagi menjajal distro Fedora Core 5, service yang diaktifkan File Sharing dan Print Sharing dengan Samba 3, proxy dengan Squid 2.6, iptables, routing ke ISP, Content Filtering, seperti yg mas lakukan tapi client blom bisa browsing ke internet bisa kirimin saya langkah-langkahnya ga maklum masih newibe. Terima kasih.

Coba kirim email ke henry@gultom.or.id nanti saya bantu.

Write a comment