3 langkah dalam catur
| Posted in Daily life
Aku ikut pertandingan lomba catur di kelurahan tempat tinggalku, yang diadakan dalam rangka memperingati 17an. Padahal aku udah lama ndak bermain catur yang dimainkan di atas papan dengan 8 lajur dan 8 baris kotak/petak berwarna hitam dan putih (atau terang dan gelap) secara berselang seling. Saingannya bapak-bapak warga kampung yang antusias mengikuti perlombaan ini. Aku kalah dan langsung gugur di babak pertama :) Tapi bukan kalah atau menang yang dicari tapi suasana keakraban kebersamaan diantara warga se-kelurahan di tempatku. Finalnya akan berlangsung tanggal 16 Agustus malam dan ada acara organ tunggal.
Ada 3 langkah yang sering dilakukan dalam bermain catur ; menyerang, mundur, memblok. Pilihan diatas tergantung kesukaan bermain masing-masing individu. Aku lebih suka membahas ketiga langkah tersebut dalam kehidupan. Pastilah ada yang dilakukan diantara ketiga langkah diatas, bagiku menyerang beresiko tinggi dan harus benar-benar dipikirkan secara matang, awas hukum karma juga serang orang diri kita diserang juga. Nah bagaimana kalau mundur ini sepertinya langkah kayaknya kurang meyangkinkan, kalau di catur bisa jadi langkah ini diambil menjelang kekalahan, atau menunggu kelemahan lawan. Kalau memblok bisa memanfaatkan kekuatan lain untuk menghadapi serangan musuh, sambil menunggu lawan melakukan kesalahan. Kalau mau jelasnya bisa ajak Mas Utut Adianto nih ngobrol kayak gini. Tapi setidaknya ada pelajaran dalam memahami ketiga langkah tersebut didunia ini. Ketiga langkah diatas ada manfaatnya dan resikonya.
Ada yang melakukan langkah menyerang karena kita sudah diserang atau ingin kita jatuh secepat mungkin, ada yang melakukan langkah mundur karena sudah tidak tahan atau kehabisan tantangan berjuang terhadap apa yang sudah dijalani, atau juga sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih baik, ada yang melakukan langkah memblok dengan menggunakan orang lain sebagai tameng/pelindung dalam menghadapi masalah dan bisa menjadi kena hantaman balik jika tidak bijak. Dari ketiga langkah diatas setiap manusia punya definisi masing-masing dan aku pernah melakukan salah satu langkah diatas dan kuulangi kembali. Jadi pikirkan langkah anda baik-baik dalam hidup ini.

belajar filsafat dari mana mas :) henry
menarik sekali neh :)
Horas….
Apa kabar “bapa tua” atau “bapa uda” atau “appara”, aku Gultom Hutepea dari Samosir, No.16. Salam kenal.
Nggak nyangka ternyata saudaraku ini ahli strategy dan filosophy juga nih….hehehe.
Salam,
Ronald T.Gultom———————pls visit my blog: http://www.rotogu.blogspot.com