Multiple DNS implementations vulnerable to cache poisoning

| Posted in DNS, Security

DNS, berfungsi untuk mengatur proses penterjemahan nama domain ke nomor IP atau sebaliknya. DNS merupakan sistem yang menyimpan informasi tentang nama host dan nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan Internet.

DNS diimplementasikan dalam sebuah system melalui software BIND (Berkeley Internet Name Domain), djbdns , Daniel J. Bernstein’s DNS), MaraDNS, QIP (Lucent Technologies), NSD (Name Server Daemon), PowerDNS, Microsoft DNS. Perangkat lunak tersebut memakai metode DNS.

Bulan Juli 2008 dunia IT digemparkan dengan penemuan Dan Kaminsky, Director of Penetration Testing, IOactive yang mengangkat kembali kelemahan pada DNS Cache Poisoning. 3 tahun lalu kasus ini pernah diungkap oleh Ian Green dengan topik DNS Spoofing.  Cuman kali ini Dan Kaminsky sangat serius mengungkap kelemahan ini, kemudian beredar di internet exploit bailiwicked yang dapat digunakan untuk dapat meracuni nameserver cache dalam waktu 5-10 detik.  Dari rilis pemberitahuan US-CERT diberitahukan beberapa perangkat lunak DNS yang terkena dampak Racun Dan Kaminsky ini. Salah satunya ISC BIND. Dan ISC juga merilis patch softwarenya yang vulnerable melalui pemberitahun di situsnya.

Menurut Jaikumar Vijayan, Computerworld :

DNS servers are responsible for routing all Internet traffic to their correct destinations. The so-called cache-poisoning vulnerability that Kaminsky discovered could allow attackers to redirect Web traffic and e-mails to systems under their control, according security researchers. The flaw exists at the DNS protocol level and affects numerous products from multiple vendors.

Untuk memastikan ini, aku coba install Bind yang belum dipatch, pada salah satu server untuk menjadi sasaran. Lalu melalui laptop aku install Metasploit dan menjalankan expolit bailiwicked AU-EX-2008-0002.txt & CAU-EX-2008-0003.txt, untuk meracuni server Bind yang sudah kuinstall.

hasilnya :

client 202.51.212.xx query (cache) ‘com/ANY/IN’ denied: 30 Time(s)
client 202.51.212.xx query (cache) ‘gmail.com/ANY/IN’ denied: 32
Time(s)
client 202.51.212.xx query (cache) ‘hotmail.com/ANY/IN’ denied: 31
Time(s)
client 202.51.212.xx query (cache) ‘net/ANY/IN’ denied: 30 Time(s)
client 202.51.212.xx query (cache) ‘nosuch.domain/ANY/IN’ denied:
30 Time(s)
client 202.51.212.xx query (cache) ‘www.yahoo.com/ANY/IN’ denied: 31
Time(s)

ho..ho…gawat nih, ayo patch dns server anda segera, khususnya ISP.

Comments (3)

Salam Salut buat anda yang sudah go international
Semoga Gultom yang lain (generasi muda) bisa mengikuti jejak anda yang brilyan
God Be With You
Thanks

Tangerang Akhir Sept 2008

bagi yang masih memakai bind bagaimana kalau beralih ke djbdns? djbdns buat cache dan tinydns buat mengelola domainnya, “katanya” lebih secure

hii,,
mas artikenya bagus bgt,,ngebantu saya bwt tugas akhir,,
saya mw tanya metaspolitnya di instal di client atw d servernya n cara pake nya gimana..
makasi y

Write a comment