terapi biofisika/bioresonansi

| Posted in Daily life

Akhirnya dapat waktu ikut terapi dengan teknologi biofisika/bioresonansi untuk mengatasi alergi (reaksi hipersensitivitas) yang kalau muncul sangat mengganggu. Langkah ini kuambil karena sekian tahun berobat ke dokter spesialis kulit tidak ada gunanya.  Dokter nya hanya jago memainkan resep obat-obat untuk menguntungkan produsen obat.  Kalau pasien tidak sembuh dan datang lagi sang dokter tinggal naikkan kadar obat atau ganti obat lain, sampai bosan lah sang dokter merumuskan obat, saya juga jadi ikut di bego-begoin dokter. Dokter itu kayak kuda berlari dengan mata tertutup dan penunggangnya adalah produsen obat. Kalau punya alergi tidak usah berobat ke dokter kulit tapi jauhi saja alergan (pantanganyna). Yang jadi masalah kalau pingin makan yang enak termasuk alergan saya jadinya mikir-mikir…

Benda/makhluk hidup terdiri dari atom dan molekul yang memancarkan gelombang elektromagnetik. Dalam keadaan normal sel-sel ini memancarkan gelombang elektromagnetik secara teratur/seimbang sehingga komunikasi antar sel dapat berjalan baik. pelbagai substansi di sekitar kita seperti campuran kimia pada makanan, radiasi, penggunaan obat-obatan, dapat menggangu pola gelombang normal tubuh sehingga menimbulkan gangguan pada sel tubuh untuk berfungsi secara normal. Terapi yang kuikuti adalah terapi BICOM Bioresonansi yang berdasarkan teori fisika quantum bekerja dengan cara mengeliminasi/menghilangkan pengaruh negatif dari berbagai substansi ini sehingga mengakibatkan komunikasi antar sel dapat diperbaiki dan tubuh dapat kembali berfungsi dengan baik.

Dari deteksi alat-alat BICOM ini beberapa penyebab alergi sudah bisa kutebak kebanyakan dari makanan. Tapi ada satu yang agak bikin pusing adalah DETERGENT. Selama ini saya tidak tahu kalau detergent termasuk alergan saya. Dalam arti saya alergi terhadap detergent cuci yang dipakai untuk mencuci baju seperti Rinso, So klin, Attack dsb yang menghasilkan busa yang banyak. Misalnya baju atau seprei yang saya pakai jika saya berkeringat akan kena baju yang masih ada daya detergentnya (Sodium Laurylsulphate) dan jika kena ke kulit saya akan mengakibatkan alergi. Dan disarankan diganti dengan produk yang lain, lalu diberitahu pakai detergent import yang katanya satu kilonya seratusan ribu tapi aman dibanding detergent keluaran di Indonesia.  Ada juga detergent lokal yang kandungan sodium laurylsulphate nya rendah. Setelah tahap diagnosa selesai dilanjutkan dengan terapi menggunakan peralatan BICOM tersebut. Pengobatan ini harus sabar kayaknya, tiap minggu harus kembali terapi lagi.  Pusing deh sekarang semua baju celana seprei dan sebagainya harus dicuci dengan non detergent. Pasta gigi juga harus ganti cari yang non detergent. Semoga bisa sembuh…

Comments (9)

Bang Henry,

apakah terapi ini yang dilakukan dr AW di RS OMC Pulomas? Sekedar ingin tahu. Boleh tanya berapa biaya visit nya dan berapa kali diharapkan datang? nama terapi nya apa ya? Tks ya

Ini tempat terapi tidak didalam rumah sakit. Metodenya menggunakan gelombang bio fisika. jumlah kedatangan tergantung allergan yg ditemukan karena sekali terapi hanya setengah sampai satu jam.

Keterangan lebih lanjut termasuk harga bisa menghubungi mereka di http://bio-e.net/

apakah konsep energinya berdasarkan teori kuantum bio-fisika?mungkin hampir sama dengan BAE ya?Bio Aktivated Energy?mugkin bisa kerjasama pak?

alamat terapi d bandung d mana ??? terima kasih

Bang Herry, akhirnya sembuh belum alerginya setelah terapi dengan bio resonansi? soalnya anak saya juga alergi.

Benie,

saya sempat coba sebulan penuh terapi, dan mengganti produk deterjen(alergan saya) lokal menjadi deterjen yg non deterjen seperti buatan produk luar. setelah terapi alergi nya bekurang bukan sembuh, karena memang kayaknya alergi gak bisa disembuhkan. Paling tidak jika saya makan sesekali alergan saya, tidak muncul alerginya, biasanya tempat di tangan yg muncul alergan tidak muncul lagi….

Bang Henry, rupanya cukup banyak bantahan di internet yang dipost-kan oleh dokter2 juga. Menurut mereka, karena tidak berdasarkan evidence based medc (EBM), terapi ini tidak direkomendasikan. Mereka juga khawatir kalau2 alerginya justru semakin parah kalau diterapi dengan cara yang salah.

bukan nakutin lo, ya ..

Tapi saya jadi ragu mencoba terapi ini. Kalau Bang Henry sendiri kemajuannya seperti apa? mohon pencerahannya. Terimakasih

tabik,
sanny

Bang Henry, saat ini bagaimana kemajuan pengobatannya?

Kalau kita mau terapi mycosis apa mycosis nya itu hilang sampai akarnya ,atau hanya mengurangi gejalanya saja.
Trus apa bedanya. Terapi mycosis dengan di beri salap doank
Thkz

Write a comment