Project Mailserver : Windows 2003, Active Directory, Exchange 2003

| Posted in Project, Windows Server

Awal tahun 2009 dapat proyek membuat mailserver dengan Windows Server dari teman kantor. Temanku langsung menghubungkan aku dengan GM Operation perusahaan yang memerlukan tenaga ku. Proyek nya mepet banget karena GM Operation nya pingin cepat selesai sebelum hari Senin(19Jan) dan aku diberitahu baru Jumat(16 Jan). Setelah mendapat informasi tentang sistem mailserver yang diperlukan disana, aku iyakan aja untuk kesana hari Sabtu(17 Jan).  Sudah biasa menangani kerjaan yang mepet-mepet apalagi urusan IT.

Perusahaan ini memiliki pabrik plastik(houseware well designed) mempunyai 2 site(pabrik di Jakarta dan Semarang) dan 1 main office(Jakarta). Semua nya terhubung dalam satu jaringan Virtual Private Newtwork(VPN) baik di main office dan ke pabrik. Proyek ini adalah membuat mailserver local agar main office dan site bisa berkomunikasi. Mailserver local ini dengan domain berbeda(multi domain) untuk tiap site. Sistem mailserver sebelumnya crash dan IT staff nya yang menangani ini sudah keluar dan baru ada tambahan IT staff baru. Sudah seminggu masalah ini dan GM Operation nya mendapat assigment harus kelar, begitu permohonannya saat aku ke main officenya di daerah Cideng.

Setelah mendapat informasi garis besar sistem sebelumnya, akhirnya aku mulai mensetup baru sistem mailserver local mereka. Sistem mailserver lama yang crash memakai Windows NT dan Exchange 5.5 Sistem baru mereka inginkan memakai :

-Ms Windows Server 2003 R2 Lisensi.

-MS Exchange Server 2003 Lisensi.

Semua cdrom nya lengkap dengan lisensi asli tidak bajakan.  Karena sistem mailserver terintegrasi dengan Active Direktory maka dasarnya pada sistem mailserver lama NT dikenal adanya Primary Domain Controller(PDC / BDC), nah pada Windows Server 2003 istilah itu tidak dikenal lagi dan hanya Domain Controller(DC).

Berikut prosesnya :

Read the rest of this entry »

practice

| Posted in Daily life, Project, Windows Server

Practice (learning method) atau latihan harus dilaksanakan jika ingin mahir terhadap kegiatan yang ingin dikerjakan.

Dalam dunia teknologi informasi(IT) banyak yang gagal karena tidak pernah latihan atau hanya mengandalkan membaca buku atau pernah mencoba atau pernah ingat atau sekedar trial error saat pekerjaan. Hal ini pernah saya alami.

Agar tidak terjadi atau menemukan masalah saya menjadikan latihan menjadi motovasi yang membangkitkan kemampuan terhadapat suatu hal.

Menangani system dengan banyak platform sistem operasi tidak bisa hanya sekedar install saja tetapi menjalankannya melihat bagaimana system tersebut berjalan secara live dengan uji coba hari demi hari.  Dan mohon hal ini tidak dilakukan pada mesin server yang sedang live. Tetapi pakailah server lain yang difungsikan juga secara live.

Untuk latihan saya coba menggunakan server lain yang terkoneksi secara langsung ke dunia internet. Dan sudah 1 minggu ini saya mencoba latihan kembali untuk sistem operasi Windows Server yang hampir tidak pernah saya sentuh selama setahun ini, Karena sistem operasi yang saya geluti dalam pekerjaan adalah Linux. Terakhir saya implementasi Windows Server di Pemerintah Kabupaten Grogot Kalimantan Timur, satu tahun lalu.  Tujuan latihan ini tidaklah dalam sedang ada proyek/sidejob tetapi lebih kearah merefresh kemampuan agar lebih mendalam terhadap sistem operasi tersebut. Saat latihan adalah kenikmatan kita melakukan semua proses instalasi dan konfigurasi menemukan masalah sambil baca ebook, google it, fix it. Karena jika besok saya menghadapi kasus yang sebenarnya di lapangan kita sudah bisa mengatasinya. Sistem operasi windows server yang saya coba latihan menggunakan 2 mesin. Mesin server satu berisi DNS dan Active Directory,  dan satu lagi berfungsi sebagai Exchange Server menggunakan real domain di internet dan terkoneksi secara langsung. Untuk Active directory dan Exchange  Server saya uji cobakan ke local network menggunakan 2 pc client. Disini latihan bagaimana mengatur user policy management, print services, backup,network security. Pada Server kedua berisi Exchange saya coba bantai dengan ratusan spam dan saya bisa mengetahui hebatnya krja Forefront Security for Exchange Server yg memiliki Spam Signature data,  IP reputation Services, Antivirus extensibility , antivistus stamp, Attachment strip. Walaupun jika menggunakan Postix Linux dengan third toolsnya juga bisa mengatasi hal tersebut.

Hmmm….dalam semingu ini saya akan dimanja dengan tampilan graphical Windows, minggu depan latihan ini harus segera tamat. Jangan lupa latihan, get practise.

Membuat Radio Online (skema 2)

| Posted in Linux Server, Project, Shoutcast

Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya : Membuat Radio Online (skema 1).

Skema 2 maksudnya :

User(listener)>InternetCD Player)

Intinya Server Streaming Radio/PC DJ, Mixer Audio, dan perangkat radio analog penyiar seperti microphone, tape, CD Player berada di dalam satu tempat yang terkoneksi ke Internet broadband. Implementasi radio ini untuk IDC FM Radio swasta (The Voice of Madinatul Iman) di Balikpapan yang selesai di awal bulan Ramadhan 1429 H ini. Radio online streaming ini untuk dapat menyiarkan dakwah bagi pendengar setia IDC yang berada di dalam dan luar negeri.

Berbeda dengan skema 1 yang memakai server streaming khusus di data centre, diluar server PC DJ sebagai upstream.  Skema 2 tidak karena  server streaming berfungsi juga sebagai pc dj/upstream ke internet.  Penempatan hardware di kantor Radio IDC untuk memudahkan IT IDC FM untuk mengontrol semua jadwal siaran dan menstreamingkannya ke internet melalui Server Streaming Radio. Saat installasi koordinasi ini melibatkan pihak ISP di Balikpapan karena dalam ujicoba pertama bandwitdth mereka kurang optimal sehingga dilakukan upgrade bandwitdh yang langsung diicoba dan disaksikan pihak management IDC FM.

Tahapan instalasi nya juga sederhana, karena hanya membutuhkan PC Multimedia high end dengan sound card berkualitas recording baik, dalam hal ini memakai sound card Sound Blaster Audigy 2. Untuk server sedianya memakai sistem operasi linux berubah menjadi  Windows Xp Profesional karena memudahkan pihak operator IDC FM dalam mengoperasikannya nanti.

Langkahnya sbb :

1. Install Sistem Operasi Windows XP Profesional SP 3.

2. Install driver-driver hardware, termasuk driver sound card SB Audigy 2.

3. Konfigurasi IP Static, Gateway, DNS ke ISP yang akan digunakan sebagai url listener.

4. Install Antivirus dan Anti Spyware.

5. Install Winamp.

6. Install dan konfigurasi shoutcast-dnas-1-9-8 for Windows.

7. Install dan konfigurasi shoutcast-dsp-1-9-0 for Windows.

8. Konfigurasi cable Line In 1/8 Strereo dari Sound Card ke Mixer Radio menggunakan cable RCA.

9. Testing Live Streaming.

10. Optimize software streaming.

Pekerjaan ini selesai dalam waktu setengah hari, back to Jakarta. Semoga bermanfaat.

Contact me :
henry@gultom.or.id

proyek radio online di USA

| Posted in Linux Server, Project, Shoutcast

Melalui Forum Shoutcast aku dapat teman sekaligus menjadi client untuk pembuatan system radio online bernama Voice Network(www.voicesnetwork.com) . Website radio online ini dimiliki oleh Second Life. http://www.secondlife.com yang berada di California USA. Second Life Entertainment Voices Radio Station ini memiliki server VPS di Dallas, dan aku diberi akses root dan password untuk masuk ke systemnya men setup radio online menggunakan shoutcast. Dari cerita Ambrielle yang memberikan pekerjaan ini mengatakan dulu pernah diserahkan pekerjaan ini ke orang lain, tapi sampai batas waktu yang diberikan tidak pernah jalan sehingga dibatalkan. Terus dia bilang bahwa besok radio ini sudah grand opening. Mepet juga nih waktunya, minta cepat lagi. Waktu deal harga dia juga gak ada nego langsung deal saja, hehehe….orang bule sich..

Setelah aku masuk ke server nya di Dallas melalui putty dan remote online aku melihat memang ada bekas settingan shoutcast.  Server VPS nya menggunakan Linux Centos canggih juga space dan RAM nya besar dengan 4 IP Public. Lalu aku remove dulu semua bekas instalasi dan konfigurasi shoutcast yang lama. Kemudian aku instalasi ulang(fresh) shoutcast yang baru. Perlu diketahui teknik instalasi shoutcast ku ini memakai skema 1 sesuai pada artikel yang sudah kutulis pada artikel Membuat Radio Online .  Radio analog dan DJ Stationnya terpisah dari server VPSnya. Jadi jika instalasi dan konfigurasi server shoutcast ini selesai maka radio analog dan dj stationnya akan terkoneksi ke server ini melalui IP dan port yang sudah dibuka.

Selesai instalasi dan konfigurasi yang perlu diperhatikan membuka firewall untuk port radio streaming agar bisa menerima koneksi dari radio analog dan juga bisa diakses listener.  Setelah selesai aku berikan IP dan port serta username dan password ke Ambrielle untuk mencoba langsung dari radio analognya. Sukses si Ambri senang sekali karena radionya jalan sekarang. Dia langsung kirim duit ke paypal ku. :)

Sampai sekarang radionya kulihat masih online terus dengan user cukup banyak, si Ambri juga minta pengembangan untuk multi stream dan different mountpoints. Happy Streaming !! Go international nih !!

root@server [/shoutcast]# ./sc_serv &
[1] 29984
root@server [/shoutcast]# *******************************************************************************

** SHOUTcast Distributed Network Audio Server

** Copyright© 1998-2004 Nullsoft, Inc.  All Rights Reserved.

** Use “sc_serv filename.ini” to specify an ini file.

*******************************************************************************

Event log:
<07/23/08@07:35:06> [SHOUTcast] DNAS/Linux v1.9.8 (Feb 28 2007) starting up…
<07/23/08@07:35:06> [main] pid: 29984
<07/23/08@07:35:06> [main] loaded config from sc_serv.conf
<07/23/08@07:35:06> [main] initializing (usermax:100 portbase:8000)...
<07/23/08@07:35:06> [main] No ban file found (sc_serv.ban)
<07/23/08@07:35:06> [main] No rip file found (sc_serv.rip)
<07/23/08@07:35:06> [main] opening source socket
<07/23/08@07:35:06> [main] source thread starting
<07/23/08@07:35:06> [main] opening client socket
<07/23/08@07:35:06> [main] Client Stream thread [0] starting
<07/23/08@07:35:06> [main] client main thread starting
<07/23/08@07:35:06> listening for connection on port 8001
<07/23/08@07:35:10> [sleeping] 0 listeners (0 unique)

Proyek di India

| Posted in ISPConfig, Linux Server, Postfix, Project

Kebetulan aku ikut mailing list postfix-users@postfix.org dimana tempat ngumpulnya para pengguna Postfix di seluruh dunia. Penemu Postfix Wietse Venema’s juga ada dalam milist, beliau sangat aktif memberikan saran masukan dan sebagainya. Sehingga milist ini sangat bermanfaat dan hidup membahas permasalahan mailserver yang menggunakan postfix.

Secara tidak sengaja aku menemukan salah satu postingan di milist tersebut yang meminta/provide commercial installation & support untuk mailservernya dengan 5 domain.

Aku langsung kirim email ke yang bersangkutan dan berikut balasannya :

I have few domains hosted. I need frontend from where I can add / remove email, change password & check email. I am planning to host 5 domains initially.
Outgoing emails would be authenticated by userID and password created through control panel. Mail server should be secured & should not be open relay. I shall enable SSH so that you can access it remotely. I shall give you root access of the server.

I have a budget of US$x00. Payment will be by paypal. 50% immediately & balance 50% on completion.

Let me know:
1. Whether you have expertise to perform the above task.
2. Whether terms and conditions are agreeable to you.

Kindly reply
K. Gandhi

Setelah komunikasi melalui email dan yahoo messenger kita deal untuk harga dan requirement yang disepakati bersama. Client ku ini tinggal di Oshiwara, Mumbai, India. Dan server yang akan di remote berada di Ohio USA dan dihost oleh xlhost.com merupakan server dedicated yang disewa clientku ini. Server dedicated ini sudah berisi sistem operasi Linux Centos 5.2 dengan aplikasi ssh aktif dengan ip public/static sehingga bisa di remote. Spesifikasi servernya Intel Core 2 Duo E4400, 2.0GHz, 800MHz, 2MB L2 Cache 1GB DDR2 RAM, 80GB SATA HDD, 1000GB Transfer, 10Mbps Uplink, 5 IP Addresses.

Waktu pekerjaan aku minta 2 hari karena aku tidak punya waktu 1 hari full untuk konsentrasi mengerjakan custom server nya, sehingga memakai sistem cicil dalam waktu-waktu istirahat dan tidurku.

Proyek ini sukses dengan installasi pada  OS: Centos 5.2 (Final) sbb : – MTA: Postfix – Domain Key (DKIM), for outgoing email – Control Panel:  ISPConfig – Statistics – MailGraph, Queuegraph – Antispam Spamassasin dan Anti virus Clamav – Dovecot( POP3, IMAP Server) – Squirrelmail webmail

yang agak lama saat setting ISPconfig, untungnya ispconfig sangat cocok dengan Centos sehingga semua proses berjalan lancar tanpa ada kesulitan yang berarti. Setelah payment lewat paypal kuterima, aku baru tahu perusahaan clientku ini adalah IKON Infoservices Pvt Ltd yang berada di Mumbai India. Dari postfix dapat dollar deh.. :)

Membuat Radio Online (skema 1)

| Posted in Linux Server, Project, Shoutcast

Tentunya dunia broadcast sudah tidak asing lagi di Indonesia, dan dengan tidak sampai hitungan 1 jam kita bisa memiliki sebuah stasiun radio online yang bisa digunakan untuk bisnis ataupun hanya sekedar ingin selalu bisa bersama dengan kerabat dan teman untuk mendengarkan lagu – lagu favorit, cd audio, seminar atau apapun yang ingin diperdengarkan pada khalayak di Indonesia. Bisa juga untuk broadcast media untuk lagu – lagu ciptaan sendiri dengan domain sendiri. Dengan instalasi dan konfigurasi Radio Online, kini lagu – lagu atau semua media audio dapat dengan mudah didengar oleh siapa saja. Jadi Radio Online itu adalah menyiarkan secara live lewat internet semua siaran analog dari studio radio.

Aku mencoba latihan membuat radio online secara live, sebelum final proyek pembuatan radio online swasta di Balikpapan.  Aku menerima proyek pembuatan radio online salah satu radio swasta di Balikpapan setelah survey ke studio mereka yang sudah memiliki perangkat radio untuk siaran langsung menggunakan gelombang radio FM.  Radio mereka ini memiliki content siaran news, religius, dan dakwah.  Proyek ini masih menunggu finishing ruangan untuk server dan penarikan bandwidth internet dedicated ke kantor radio mereka.

Setelah memahami cara kerja/knowledge tentang radio online, ada 2 skema yang bisa dibuat dalam implementasi radio online ini. Pada latihan sekarang aku memakai skema 1, dan skema 2 akan aku implementasi di final proyek sebuah radio swasta di Balikpapan.  Sebenarnya tidak jauh berbeda implementasi skema 1 dan skema 2, perbedaannya hanya pada penempatan PC DJ(disk jockey) dan server streaming yang digunakan serta jumlah bandwidth internet yang dipakai baik dari sisi PC DJ dan server streaming.  Konfigurasi software didalamnya juga berbeda sesuai kemauan masing-masing.  Simplenya sebagai berikut :

Skema1 :

Komponen A : User(listener)——>Internet<——Server Streaming Radio.

Komponen B : PC/komputer DJ——>Internet.

Komponen A dan Komponen B dihubungkan oleh koneksi bandwidth internet yang berbeda.

Skema 2 :

User(listener)——->Internet<——Server Streaming Radio+PC DJ<——Mixer Audio(radio analog)<——Penyiar(microphone), Tape, CD Player.

pada skema 2 komponen A dan B digabung, berada dalam satu server menggunakan bandwidth internet yang sama.

Pada latihan live ini aku memakai skema 1 karena aku tidak bisa berada dekat perangkat mixer audio di studio radio. Perangkat skema 1 yang di ujicobakan sbb :

Untuk Komponen A :  sebagai Server Streaming Radio aku gunakan server VPS, memory 256 MB,  space 20 GB,  O/S Linux Ubuntu-Server8.04, dengan bandwidth internet 512 kbps(kilo bit per second). Server ini terletak di Gedung Cyber(IIX Jakarta). User(listener) akan membaca IP publik yang ada di server ini dengan port koneksi yang sudah kita buka melalui konfigurasi file software streaming radio yang dalam implementasi ini menggunakan SHOUTcast Server.

Untuk komponen B : Uji coba pertama menggunakan laptop ku sebagai PC/komputer DJ dengan bandwidth internet 3,5G HSDPA IndosatM2, Uji coba kedua menggunakan komputer biasa dengan bandwidth internet dedicated 128 kbps. Kedua uji coba ini sukses berjalan baik dan berkomunikasi dengan server streaming SHOUTcast pada komponen A. Untuk O/S menggunakan Windows XP Profesional SP2, Winamp, Plugin winamp

SHOUTcast DSP Plugin, dan kumpulan lagu-lagu mp3.

Instalasinya sebagai berikut :

Komponen A : Server Streaming Radio SHOUTcast VPS sudah terinstall O/S Linux Ubuntu-Server8.04 dengan IP static : 202.145.xx.xxx, settingan IP ini sudah bisa keluar ke Internet. Setelah Instalasi Sistem operasi dan konfigurasi IP maka aku install software Streaming Radio menggunakan SHOUTcast server for Linux. Berikut Instalasi dan konfigurasi SHOUTcast for server.

root@iixsvr:/home/user1# wget http://www.shoutcast.com/downloads/sc1-9-8/sc_serv_1.9.8_Linux.tar.gz—21:17:07—  http://www.shoutcast.com/downloads/sc1-9-8/sc_serv_1.9.8_Linux.tar.gz
=> `sc_serv_1.9.8_Linux.tar.gz’
Resolving www.shoutcast.com… 207.200.98.25
Connecting to www.shoutcast.com|207.200.98.25|:80… connected.
HTTP request sent, awaiting response… 200 OK
Length: 60.840 (59K) [application/x-gzip]

100%[=================================>] 60.840  127.06K/s

21:17:10 (126.91 KB/s) – `sc_serv_1.9.8_Linux.tar.gz’ saved [60840/60840]

root@iixsvr:/home/user1# tar -zxvf sc_serv_1.9.8_Linux.tar.gz
README.TXT
sc_serv.conf
sc_serv
root@iixsvr:/home/user1# ls
README.TXT  sc_serv  sc_serv_1.9.8_Linux.tar.gz  sc_serv.conf
root@iixsvr:/home/user1# mkdir shoutcast

pindahkan file README.TXT  sc_serv  sc_serv.conf ke dalam folder shoutcast.

root@iixsvr:/home/user1/shoutcast# nano sc_serv.conf

disini aku edit sesuai kebutuhan latihan dulu saja pada beberapa bagian berikut :
maxuser 32
password renata
port 8000
adminpassword 123456

(save config)
ctrl-x untuk save dan exit dari editor nano.

Maxuser maksudnya jumlah user(listener) yang dapat mengakses/terkoneksi mendengarkan radio kita, Password disini maksudnya adalah password yng akan kita masukkan pada DSP Plugin Winamp pada PC DJ, Port 8000 adalah port SHOUcats server ini yang dibuka/digunakan untuk streaming radio. Adminpassword adalah passowrd admin untuk interface mengadministrasi SHOUTcats Server via web based..

Selesai mengedit file sc_serv.conf Aku jalankan servicesnya :

root@iixsvr:/home/user1/shoutcast# ./sc_serv sc_serv.conf

*******************************************************************************

** SHOUTcast Distributed Network Audio Server

** Copyright© 1998-2004 Nullsoft, Inc.  All Rights Reserved.

** Use “sc_serv filename.ini” to specify an ini file.

*******************************************************************************
Event log:
<06/30/08@21:21:18> [SHOUTcast] DNAS/Linux v1.9.8 (Feb 28 2007) starting up…
<06/30/08@21:21:18> [main] pid: 4554
<06/30/08@21:21:18> [main] loaded config from sc_serv.conf
<06/30/08@21:21:18> [main] initializing (usermax:32 portbase:8000)...
<06/30/08@21:21:18> [main] No ban file found (sc_serv.ban)
<06/30/08@21:21:18> [main] No rip file found (sc_serv.rip)
<06/30/08@21:21:18> [main] opening source socket
<06/30/08@21:21:18> [main] source thread starting
<06/30/08@21:21:18> listening for connection on port 8001
<06/30/08@21:21:18> [main] opening client socket
<06/30/08@21:21:18> [main] Client Stream thread [0] starting
<06/30/08@21:21:18> [main] client main thread starting
<06/30/08@21:21:46> [sleeping] 0 listeners (0 unique)
<06/30/08@21:21:47> [main] SIGINT; exiting!(0 unique)

Sampai disini instalasi dan konfigurasi komponen A selesai. Tetapi masih belum menerima koneksi streaming dari PC DJ yang akan kita setup.

Komponen B : Uji coba nya menggunakan laptopku dengan sistem operasi Windows XP Profesional SP 2. Dengan catatan koneksi internet di laptop sudah jalan menggunakan HSDPA IM2. Berikut tahapannya :

– Install  Winamp versi 5 keatas(sebaiknya yang terbaru), unduh di www.winamp.com – Install SHOUTcast DSP Plugin for windows, unduh di http://www.shoutcast.com/downloads/shoutcast-dsp-1-9-0-windows.exe

Konfigurasi plugin SHOUTcast DSP dan Winamp untuk memasukkan lagu-lagu yang ingin kita streaming kan.

Berikut screenshot gambarnya :

Di laptopku sebagai bandwidth internet untuk PC DJ memakai IM2 HSDPA yang sudah terkoneksi baik.

ini langkah menginstal SHOUTcast DSP Plugin, sebelumnya harus sudah install winamp dahulu. Jadi anggap Winamp sudah terinstall dan sekarang install SHOUTcast DSP Plugin, Klik 2 kali file shoutcast-dsp-1-9-0-windows.exe yang sudah kita unduh. Lalu ikut petunjuk seperti di gambar Next-Next-Next saja,

Disini DSP Plugin diinstall di folder Winamp yang sudah terinstall sebelumnya,

Sampai disini proses instalasi SHOUTcast DSP Plugin untuk winamp selesai, tinggal konfigurasi menu didalam DSP Plugin.

Jalankan Winamp—-lalu klik ‘Option’——’Preferences’

Pada menu sebelah kiri ‘Pilih DSP/EFFECT’——-klik 2 kali ‘Nullsoft SHOUTCast Sources DSP v1.0.0(dsp_sc.dll)’ di menu sebelah kanan,

Sebuah menu akan muncul dengan TAB konfigurasi : ‘Main’, ‘Output’, ‘Encoder’, ‘Input’.

Pilih ‘Ouput’ dan aku edit bagian ‘Output Configuration’ sbb :

‘Address’ : 202.145.xx.xxx (ini adalah IP Server Streaming Shoutcast yang sudah dikonfigiurasi diatas)
‘Port’: 8000 (port yang akan dimasukin/diopen dari jalur PC DJ ke SHOUTcast Radio Streaming secara online) Password : masukkan password yang kita masukkan pada file sc_serv.conf sebelumnya. Jadi konfigurasi disini sama dengan konfigurasi yang kita edit pada file sc_serv.conf,

Pilih ‘Encoder’ dan rubah Encoder Setting menjadi ‘128kbps, 44.100kHz Mono’ ini tergantung keinginan masing-masing. Lalu kembali ke bagian Output dan klik tombol Conect, nanti terlihat ada proses Status Sent berapa bytes lihat gambar dibawah.

Lagu mp3 yang kita input di Winamp akan distreaming ke server Shoutcast, agar dapat didengarkan user(listener).

Setelah Conect, klik Tab Main dan lihat Input Level berjalan, Kita juga bisa mengalirkan lagu-lagu ke playlist winamp dan menjalankannya.

Klik juga Input dan kita lihat bar input level tanda koneksi berjalan. Disini Input device aku pilih Winamp, kalau aku berada pada skema 2 maka Input Device harus diganti menjadi Soundcard Input. Secara Line in Soundcard akan tersambung ke Mixer Audio penyiar/tape/cd player.

User(listener) akan mendengar Radio online ini melalui browser dengan alamat : http://202.145.xx.xxx:8000/listen.pls File listen.pls digenerate otomatis oleh SHOUTcast Server.

Kita cek event log pada server linux Streaming Shoutcast, terlihat salah satu listener dengan ip 202.51.xxx.xxx sedang mendengarkan lagu streaming ini :

<06/30/08@21:34:17> connected from 124.81.149.194
<06/30/08@21:34:17> icy-name:Marching band ; icy-genre:Drum Band
<06/30/08@21:34:17> icy-pub:1 ; icy-br:128 ; icy-url:http://www.trendmarching.or.id
<06/30/08@21:34:17> icy-irc:#trendmarching ; icy-icq:0 ; icy-aim:gtomslinux
<06/30/08@21:34:49> no data (30s timeout). disconnecting.
<06/30/08@21:35:18> connected from 124.81.149.194
<06/30/08@21:35:18> icy-name:Marching band ; icy-genre:Drum Band
<06/30/08@21:35:18> icy-pub:1 ; icy-br:128 ; icy-url:http://www.trendmarching.or.id
<06/30/08@21:35:18> icy-irc:#trendmarching ; icy-icq:0 ; icy-aim:gtomslinux
<06/30/08@21:40:38> [dest: 202.51.xxx.xxx] starting stream (UID: 0)[L: 1]{A: WinampMPEG/5.52}(P: 0)
<06/30/08@21:46:15> [dest: 202.51.xxx.xxx] connection closed (337 seconds) (UID: 0)[L: 0]{Bytes: 4914967}(P: 0)

Jika kita browsing ke http://202.145.xx.xxx:8000 akan menemukan Status Lagu, Song History dan Admin Page untuk interfaces User(Listener). Tapi Admin Page hanya bisa dibuka menggunakan password yang kita masukan pada file sc_serv.conf

Demikianlah proses instalasi dan konfigurasi Radio Online skema 1 sebagai latihan, kesokan harinya aku coba PC/Komputer lain dengan bandwidth lebih baik dalam kondisi banyak listener dan suara streaming terdengar baik, bersih dan tidak delay, yah kadang ada juga delay sedikit, tinggal di tunning.

Untuk Skema2 yang berhadapan langsung dengan audio mixer dan penyiar akan aku susul artikelnya setelah penyelesaian proyek tersebut on site di Balikpapan. 

Resources :  www.shoutcast.com, forum SHOUTcast technical support.

Contact me :
henry@gultom.or.id

setup mailserver

| Posted in Linux Server, Postfix, Project, Qmail

Untuk mensetup sebuah mailserver tidak makan waktu lama, dengan catatan semua software dan kawan-kawannya telah menjadi favorit makanan sehari-hari.

Minggu lalu via telepon aku deal dengan salah seorang yang membutuhkan jasa tersebut, dari perkenalan,teknis penginstalan, sampai deal harga semua via telepun, sangking ngebetnya nih orang pingin hari itu juga dilaksanakan, sampai dia rela antar komputer servernya ke tempat saya. Setelah saya bicarakan teknis dan apa-apa saja yang diperlukan akhirnya mengerti. Dan disepakati keesokan harinya untuk dilakukan di kantornya secara live.

Kebetulan dapat off  dari kantor, aku isi waktu dengan mendatangi kantornya di Gedung Patra Jasa Jl. Gatot Subroto. Aku hanya bawa cd netinstall Debian 4 Etch. Karena teknisnya insalasi sistem operasi on site, dan konfigurasi secara remote.  Untuk Instalasi sistem operasi Debian Etch untuk server hanya butuh waktu 1 jam jika tidak ada kendala berarti khususnya koneksi ke internet, karena untuk system instalasi dasar masih membutuhkan koneksi ke internet dalam tahap akhir instalasi ini. 1 jam selanjutnya aku seting essential program yang diperlukan dalam instalasi mailserver ini.  Bagian IT yang memakai jasanya ikut dan tampak serius melihat setiap proses instalasi ini, sembari belajar silahkan dilihat dan ditanya macam2 juga, kataku dalam hati. Stelah semua selesai termasuk menginstall ssh untuk keperluan remote kurang dari 3 jam aku pulang, karena ada janji dengan temanku urursan keluarga. Nanti malam dilanjutkan kataku, karena di sana servernya hidup terus jadi bisa remote nanti sebelum tidur menyelesaikan konfigurasi mailserver.

Malamnya aku remote ke mesinnya yang ada di lantai 17 Gedung Patra Jasa dari rumah menggunakan IM2. Lumayan cepat karena sama-sama masih dalam jalur IIX Indonesia, hanya lintas ISP saja.

Kebutuhan yang diinginkan client inilah adalah POP3, SMTP, Antivirus, Anti Spam, Webmail, Mail Admin via web, firewall.   Karena alur instalasi ini sudah sering kulakukan jadi tidak sulit lagi, semua berjalan cepat dan lancar.  Software-software yang di tanamkan ke servernya adalah : Qmail dkk, Vpopmail, Mysql, Vqadmin, Postifx, Amavisdnew, Spamassassin, Pyzor, Razor, DCC, SaneSecurity, Clamav, Aide, iptables, SquirrelMail, fail2ban. Tanpa basa basi server disana ikut saja apa yang kuketik, dan kurang dalam waktu 3 jam konfigurasi selesai. Testing create email baru, test mengunakan mailclient, smtp oke semua. Cek ketangguhan firewal oke(server sendiri kok di hack hehehhe…). Done !!

Besok pagi ngantor seperti biasa dan koordinasi dengan bagian IT nya, bahwa pekerjaan telah selesai, tinggal training dan tanya jawab dalam mengadministrasi mailserver tersebut.

Server remote admin

| Posted in Daily life, Linux Server, Project

Saat ini di perusahaan baik yang berbasis IT(information Technology) maupun non IT tampaknya tidak bisa terlepas dari perangkat teknologi informasi. Kebanyakan perusahaan memiliki karyawan yang bekerja di bidang IT dan IT Department selalu ada menjadi bagian motor kelancaran operasional bagi perusahaan-perusahaan tersebut.

Tahun ini sudah memasuki tahun kedua aku membantu(konsultan) di perusahaan non IT bernama Pruexcellent. Koordinator IT nya sangat serius memikirkan pengembangan IT di kantornya, dari pertama hanya memiliki satu server dan satu switch/hub, sekarang sudah bertambah. Pengembangan bisnis di kantor ini juga meningkat dari penambahan ruang kantor dan jumlah karyawan sejalan dengan penambahan kebutuhan  infrastruktur IT. Infrastruktur IT nya bertambah dari jumlah switch, server, bandwidth internet, dan perangkat multimedia audio video untuk menunjang kebutuhan operasional semua karyawannya yang peningkatannya luar biasa dibanding tahun pertama.

Punya kepuasan tersendiri bagi saya membantu teman disana demi suksesnya operasional di kantornya. Kebutuhan sistem IT mereka diimplementasikan dalam installasi dan konfigursi server-server untuk kebutuhan file data internet email web dan sebagainya. Yang pasti Linux sebagai sistem operasi bagi server-server mereka menjadi yang utama.  Secara Linux tangguh, handal, free, dan manja untuk membantu semua pekerjaan kantor mereka dengan target-target masa depan.  Barvo….Mr. Linggar !

















ruang server pruexcellent

masang speedy

| Posted in Project

Kemarin bos yang punya Nanny & Governess School Kelapa Gading minta aku cariin koneksi internet apa yang cocok untuk bisa dipsang di kantornya di daerah Kelapa Gading.  Di kantornya ada 5 komputer yang mau dishare agar bisa internetan, dan keperluan mereka yang penting adalah email.

Aku saranin pake Speedy saja karena lagi promo bulan Maret kemarin, aku juga kasih brosur paket personal internet broadband punya kantor ku yang untuk daerah Kelapa Gading sudah masuk coveragenya memakai jaringan ODMA. Karena beda di registrasinya akhirnya jatuh pilihan ke Speedy.

Saya salute dengan proses registrasi Telkom Speedy karena sangat cepat banget dan kooperatif. Saya hanya isi registrasi via website mereka di : http://www.telkomspeedy.com/new/register.php kemudian 2 jam kemudian ditelepon perihal data-data yang sudah saya masukkan di online registrasi mereka.  Dan diberitahukan akan dihubungi kembali. Kemudian keesokan hari ada sms memberitahukan agar melakukan pembayaran di Plasa Telkom, untuk daerah Kelapa Gading bisa ke Telkom Rawamangun, atau Plasa Telkom di Kelapa Gading. Karena sibuk saya belum sempat urus,  lalu saya telpon ke Karyawannya agar menyiapkan KTP Bapak, dan NPWP perusahaan dan minta mereka yang urus administrasi ke Telkom, eh…karyawannya bilang saya aja yang urus semua.  Sampai sore saya juga belum bisa urus, lalu saya balas sms ke nomer tersebut mengatakan mungkin besok.  Besok pagi saya ditilpun dan dikatakan biar pihak Telkom yang datang ke kantor, dan nanti proses administrasi dibayar ditempat saat selesai pemasangan.  Lalu janjian besok pagi ketemu di kantor.

Besoknya, kebetulan dapat off dari kantor jadi dapat bantuin proses pemasangan dikantor. Besoknya saya ke Kelapa Gading untuk lihat agar perkejaan beres.  Proses pemasangan ADSL Speedy dan setting dari pihak Telkom berjalan cepat, dan disharing ke  komputer di sana agar dapat internetan. Maklum di sana IT nya ndak ada,  jadi aku bantuin settingan mail client yang terkoneksi ke website hosting mereka.

Beberapa staff nya tak ajarin juga bagaimana tarik email, kirim email pake attachment dan sebagainya.

migrasi mailserver

| Posted in Linux Server, Postfix, Project, Qmail

Seminggu lalu aku baru menyelesaikan pemindahan mailserver lama ke mailserver baru. Pergantian hardware fisik mailserver ini dilakukan karena pada server lama sudah menunjukkan gejala yang menakutkan seperti harddisk failure. Di sisi lain alasan pergantian hardware mailserver adalah saat saya cek menggunakan vmstat, status “pi” dan “po” diatas 0, sehingga memerlukan tambahan RAM.

Mailserver ini berfungsi sebagai POP3, SMTP, Webmail. Di kantor memakai 2 server mailserver. Server satu lagi khusus untuk SMTP dan backup MX(Mail exchanger). Jadi migrasi mailserver ini dilakukan pada server MX 1. Biasannya sysadmin mempunyai beberapa cara dalam melakukan proses migrasi, diantaranya dengan sistem cloning dan sistem install konfigurasi ulang dari awal. Cara cloning paling gampang tapi beresiko, aku memilih cara install konfigurasi dari awal semua komponen software mailserver. Walau banyak proses dijalanin, tapi bisa lebih memahami satu persatu proses dan konfigurasi apa yang dilakukan untuk pengoptimalan dan pemakaian versi terbaru dari setiap software yang terinstall.

Perbedaan dalam konfigurasi mailserver baru ini adalah jika sebelumnya pada mailserver lama memakai konfigurasi Postfix, Amavisd-new, Spamassassin, Clamav, maka aku menghilangkan ketiganya dan menerapkan kombinasi konfigurasi Postfix, Postgrey+Geylising, RBL. Dari pengamatan cara terbaru ini lebih powerfull dalam menangkal spam dan good performance, dibanding memakai kombinasi Amavisd-new, Spamassassin,Clamav.

Migrasi ini harus hati-hati dan teliti karena didalamnya juga ada mail hosting banyak client kantor. Jadi diharapkan tidak satupun email yang hilang atau password yang berubah.  Secara garis besar langkah yang dilakukan dalam migrasi mailserver ini :

-Mailserver lama tetap up menjelang diistirahatkan.
-Install sistem operasi mailserver baru menggunakan sistem operasi linux dengan distro kesayangan saya yaitu mbah Debian yang saat ini sudah versi 4.0 dengan kode nama Etch.
Install dan konfigurasi software pendukung pada mailserver baru. Dalam hal ini  qmailpatch untuk pop3,  postfix dkk untuk smtp, daemontools, ucspitcp, vpopmail, courier, postgrey, vqadmin, mysql, apache, php,  sqwebmail, mailgraph, pflogsumm, fail2ban, dll. – Menyesuaikan konfigurasi qmail(/etc/qmail dan /var/qmail) dan postfix (/etc/postfix) – Memindahkan /home/vpopmail/domains dari mailserver lama ke /home/vpopmail/domains mailserver baru – Memindahkan /var/lib/mysql/vpopmail dari mailserver lama ke /var/lib/mysql/vpopmail mailserver baru – Mengganti ip mailserver baru menjadi ip mailserver lama, mailserver lama down, untuk selanjutnya mailserver baru Trial dan Live. – Optimalkan firewal pada mailserver baru. – Terapkan rsync untuk backup transfer data dari mailserver baru ke mailserver lama. – Monitoring & Maintenance

Selengkapnya (Instalasi dan Migrasi)

ipcop transforma

| Posted in Linux Server, Project

Tanggal 12 februari lalu dapat jatah off dari kantor, bangun pagi bablas sampai terbangun saat ditilpun mantan bos di kantor sekarang yang sudah resign.  Dia minta tolong agar aku ke kantor temannya di Wisma Kuningan dekat kedubes Ausie. Disana internet nya ndak jalan yang mengguakan linux. Lalu aku juga ditilpun IT managernya untuk janjian siang itu sekitar pukul 11 an ke kantornya.  Tanpa deal apapun termasuk biaya aku meluncur kesana untuk melihat letak permasalahannya di sistem internet mereka yang tidak jalan.

Layanan Internet Prabayar Biznet MetroNET adalah layanan broadband Internet tercepat yang ada dipasaran saat ini. Kecepatan koneksi tergantung oleh paket layanan mana yang Anda pilih, dari 64 Kbps sampai 5 Mbps. Kecepatan koneksi adalah antara lokasi Anda dan Biznet SuperPOP yang melayani lokasi Anda. Kecepatan download dan upload yang sebenarnya tergantung oleh beberapa faktor seperti kondisi pemasangan kabel di lokasi, konfigurasi komputer, Internet dan kepadatan jaringan, dan kecepatan server dari situs yang Anda akses, dan beberapa faktor lainnya. Kecepatan dan layanan tanpa gangguan tidak dapat digaransi. (dari situs Biznet)

Sampai disana kantornya lumayan elitlah, tapi bingung kenapa kantor seperti ini tidak punya IT staff yang standby ya..? Disana ketemu bagian umumnya dan ditunjukin ruang server dan selembar kertas berisi bekas catatan ip dan password.  Habis itu survive sendiri mempelajari sisem jaringan internet dan LAN. Dari pengecekan di server diketahui perusahan ini menggunakan ipcop dan terkoneksi ke Layanan Internet Prabayar Biznet MetroNET. Dan menggunakan PPPOE. Si ipcop yang mendial ke Biznet sampai ketemu ip publik si biznet

IPCOPnya crash nih, ipnya kayaknya berubah kacau balau deh, sementara aku ndak biasa makai software instan kayak ipcop, untungnya dulu pernah main-main ipcop di salah satu warnet jakarta yang pernah ku install, dan kalau dasarnya linux apapun bisa di atur.

Aku setup ulang dengan masuk ke sistem nya ipcop. Prinsipnya pada Network Configuration type.  Aku setup ulang untuk  GREEN + RED, dimana GREEN adalah Ethernet yang terhubung ke LAN sedangkan RED adalah ethernet yang terhubung ke ISP/Internet. Setelah OK, Pilih Drivers & card assignments, lalu Ok.  Pilih tulisan Probe agar IPCop mencari sendiri driver untuk RED interface, atau pilih Select jika ingin memilih sendiri driver dari interface tersebut. Setelah driver selesai di install, lalu langkah berikutnya adalah pilih address settings ,tekan OK, kemudian IPCOP akan meminta aku memilih interface yang akan di config, pilih RED, dan tekan Ok. Karena disini tidak mendapatkan mendapatkan ip publik dari ISP atau dynamic, aku pilih yang DHCP, sedangkan untuk PPPOE  pastikan kosong untuk DNS & Gatewaynya. Kemudian keluar dari section menu dan kembali ke root. Setelah itu reboot IPCOP dari prompt dengan mengetikkan reboot.

Kita coba masuk ke web basdnya ipcop melalui https://192.168.1.1:445 sesuai sistem LAN di sana. Pilih network -> dial up.  Disini saya set ulang profile name untuk Biznet.  Kemudian reboot lagi IPCOP anda setelah itu kembali masuk ke web setting dan cek status dari menu system -> home. Lalu login dan lihat status koneksi ok seperti gambar dibawah. Berarti kita sudah terkoneksi ke Biznet. Seruput kopi dulu yang sudah disediakan.

Sekarang coba test browsing ke client, dan ternyata tidak bisa, lalu coba test ping dan lihat konfigurasi ip di client berjalan normal, lalu aku tebak ini squidnya ndak jalan nih, lalu cek konfigurasi squid di ipcop dan buka squid.conf dan benerin ip nya. Lalu restart squid dan reboot ipcop kembali. Sambil berdoa dicek lagi, dan langsung bisa browsing. Begitu jalan Ibu Rara yang bagian umumnya beritau semua karyawan yang dari tadi asik bolak balik lihatin ruang server sambil nanyain sudah jalan belum interne nya….? Begitu jalan itu karyawan semua langsung serius di depan komputer masing-masing dan mulai asyik dengan mainannya ke internet. hehehehe gtomslinux gitu loh !

Jam 4 sore aku cabut dari sana dan sempat ditilpun IT managernya mengucapkan terima kasih, dan aku report sedikit ke mantan bos ku bahwa pekerjaan di kantor temannya sudah kelar dengan cepat.

Situs terkait :

IPCop.org :: The bad packets stop here!How To ForgeIPCop Addons

The Desember Job(2007)

| Posted in Daily life, Linux Server, Project, Windows Server

Ini bukan seperti judul film The Italian Job (2003) Paramount Pictures. Tetapi lebih kearah apa yang terjadi pada bulan desember 2007 lalu. Sebenarnya part ini harus sudah kutulis bulan desember lalu, tapi karena kesibukan waktu akhirnya semua baru bisa ditulis sekarang di blog pribadi ini dengan materi yang masih terekam di memoriku.

Dari 12 bulan di tahun 2007, nampaknya bulan desember yang lumayan repot dan sibuk. Konsentrasi terpecah menjadi beberapa bagian, pekerjaan kantor, urusan content di Trendmarching, assign 4 side job berbau IT baik di Jakarta dan Balikpapan, serta pulang kampung.

Urusan pekerjaan kantor harus bisa kuselesaikan sebelum cuti, urusan content Trendmarching update setiap hari, assign 4 side job yang menyita waktu harus bisa dicuri disela-sela waktu yang ada. Dan pulang kampung menyambut Natal dan Tahun baru harus diambil dengan catatan urusan diatas bisa diselesaikan. Hari demi hari skedul penuh dengan catatan dan coretan apa yang harus dilakukan dan apa yang sudah dilakukan dengan progress reportnya ke diri sendiri. Semua dilakukan agar fokus dengan model berpikir dan bekerja beda kondisi. Multi tasking pada diri sendiri nampaknya terjadi tidak hanya dengan komputer :)

Urusan pekerjaan kantor bisa diselesaikan dengan baik sebelum pulang ke Medan. Urusan content di Trendmaching yang banyak menyita pikiran karena situs ini sudah menjadi situs utama di komunitas marching band di tanah air, hits kunjungan mencapai seribuan setiap hari menjelang hajatan besar GPMB XXIII di Jakarta 29-30 Desember. Banyak band peserta dan pantia GPMB yang selalu memberikan update beritanya ke situs ini. Urusan ini full setiap hari selama bulan desember sampai sekarang januari 2008.

Desember 2007 lalu aku mendapat 4 proyek IT sampingan baru dari rekan-rekan kantor dan juga ada dari blog ini.

Proyek pertama yaitu E-Goverment di Pemkab Paser Kalimantan Timur. Aku diminta teman yang terlibat didalamnya untuk penanganan network dan system. Setup network dan system untuk NOC nya di Bappeda Paser yang terdiri Cisco untuk firewall dan routing ke VSAT Lintasarta, Server Linux untuk Internet Sharing, Proxy, DNS dan server backup. Server Windows untuk Mailserver, Webserver,File Server. Proyek ini ditangani oleh PT ICTindo Mitra Solusi Jakarta, mereka juga mengimplementsikan Portal daerah yang terdiri dari website daerah dan sistem database KTP dsb di daerah ini, mereka juga mengkoneksikan jaringan LAN antar kantor dinas pemerintah kabupaten dengan menggunakan wireless 2.4 GHz. Dan sistem internet hotspot di Tanah Grogot Pemkab Paser. Penyediaan komputer dan jaringan di seluruh instansi pemkab. Kabupaten Paser ini kaya akan hasil batubara yang sangat mencukupi APDB daerah. Untuk proyek ini sudah turun ke Balikpapan beberapa kali. Jauh juga tempatnya, habis mendarat di bandara Sepinggan Balikpapan, naik speedboat lagi 15 menit ke Penajam lalu jalan darat 2 jam menuju tanah Grogot Pemkab Paser. Setiap kali turun kesana saya melewati perjalanan udara, laut, darat. :) Bagian pekerjaan saya hampir selesai dan masih menyisahkan 1 kali kunjungan lagi akhir minggu januari 2008 ini. Habis ini siap-siap ditilpun kasih support dan maintenance.

Proyek kedua di bulan Desember adalah instalasi dan konfigurasi internet sharing dan proxy menggunakan Linux di PRUsmart wisma Kosgoro Jakarta. Proyek ini hanya makan waktu setengah hari. Karena hanya menyetup 1 pc server linux dan ip publik dari provider internetnya Primanet sudah ready. Disini IT staffnya minta diinstall pakai Fedora Core, dan software pendukungnya seperti Iptables, Squid Custom sesuai permintaan, HTB, MRTG & Lightsquid, IPtraf,Iftop. Habis ini siap-siap kasih support dan maintenance.

Habis menangani di PRUsmart keesokan harinya saya menangani proyek ketiga di perusahaan transportasi pelayaran di Tanjung Priok. Kebetulan IT Managernya senang marching band juga dan pernah bemain saat masih SMA di Tarakanita. Pekerjaan di perusahaan ini hampir sama dengan di PRUsmart, cuman agak kompleks sedikit karena server Internet sharing dan Proxy yang akan disetup juga menampung koneksi VPN dan kantor cabang di Pulogadung dan Manggala Wanabakti. Jadi ada ruting static disana agar semua bisa terkoneksi disamping bandwidth management, content filtering, monitoring log dan bandwidth. Kalau untuk client biasanya saya kasih apa saja yang dia minta jika ingin di custom. Indah banget hidup dengan Linux. :) Disini saya butuh waktu 2 hari untuk menyelesaikan semuanya. Semua source dan instalasi saya berikan ke mereka. Habis ini siap-siap kasih support dan maintenance.

2 hari menjelang natal saya pulang kampung dan bisa tenang, walau hape kadang berdering baik urusan kantor dan urusan lain. Saya juga kecewa berat sama IndosatM2 karena jaringan HSDPA 3,5 G nya ndak dapet di rumah orangtua saya di daerah Pulobrayan Darat Medan. USB Modem ZTE selalu menunjukkan sinyal GPRS :( . Males banget, kalau lagi remote lebih cepat Telkomnet kadang. Saya sempat coba di depan kantor Indosat Medan Jalan Perintis Kemerdekaan baru bisa dapat sinyal 3,5 G HSDPA. Payah….di brosur ditulis sudah bisa didaerah Glugur darat Medan dekat dengan Pulobrayan Darat Medan. Liburan Natal dan Tahun baru sedikit terusik dengan panggilan kerjaan di Balikapapan, karena ada emergency teknis di Kabupaten Paser 2 hari menjelang tahun baru 2008 saya terpaksa turun ke Balikpapan. Tapi tanggal 30 desember 2007 saya sudah balik ke Medan lagi. :)

Akhir Desember 2007 saya assign proyek baru dengan pendiri Saint Peters School dan John Calvin International untuk meluncurkan situs E-Learning ujian Nasional bagi anak SMA dan SMP bernama karyabangsaku.com Untuk proyek ini saya melibatkan teman untuk menangani design dan billing system onlinenya. Saat ini system hampir selesai dan guru-guru yang terlibat sudah diajarin bagaimana login dan menginput soal-soal secara online.

Tahun 2007 sudah lewat dan kumasuki tahun 2008 dengan ucapan syukur kepada Tuhan.

Instalasi dan setting Linux di perusahaan Asuransi

| Posted in Linux Server, Project, Squid

Proyeknya install linux, gateway, proxy, bandwith management, content filtering, kerjaan ini kukerjakan 2 hari setelah pulang kerja terdiri dari instalasi dan konfigurasi sistem operasi linux sebagai servernya, untuk gateway dan proxy yang berada dalam satu mesin. Servernya IBM-ESXS Model: MAW3073NC baru kali ini aku lihat :) Saat install aku udah bawa cd Debian 3.1 rev 4, sewaktu nginstall cdnya macet coba beberapa kali sama saja, akhirnya memakai Fedora Core 6 yang kebetulan IT staffnya punya. Pake Fedora 6 deh walau baru kali ini install, setelah selesai install dan memilih-milih program di fedoranya aku lihat kernelnya : Read the rest of this entry »

Instalasi dan Setting Linux di sekolah

| Posted in Linux Server, Project

Pasca menikmati sepakbola piala dunia 2006, aku dapat job lepas menggarap(setup) infrastruktur jaringan komputer lima lantai John Calvin School(JCQI) yang terletak di Kelapa Gading. Ini sekolah baru berdiri dengan tempat di Kelapa Gading dan Pulomas. Aku heran banyak sekali sekolah swasta di Jakarta Utara khususnya daerah Kelapa Gading seperti Yakobus, Don Bosco 1, Al Azhar, Tunas Karya, Universal, Central Sevilla, Jubilee, Gandhi, Singapore School, Saint Peters dan sebagainya. Letaknya pun berdekatan. Lengkapnya lihat link ini. Belum lagi lembaga pendidikan yang yang menerapkan pendidikan taman kanak-kanak atau sekolah dasar saja. Entah standar pendidikan apa yang diterapkan masing-masing sekolah ini, berburu siswa tiap tahun ajaran baru, belum lagi kalau tidak mendapat siswa yah memakai standar ganda bisa saja asal terima. Tapi kelihatannya sekolah sudah dijadikan ajang bisnis, semoga juga tidak mengurangi kekuatan mutu pendidikannya.

Pendiri John Calvin School adalah juga pendiri Saint Peters School. Setelah survey dan mempelajari gedungnya. Untuk topologi jaringan dengan model client & server di John Calvin yang memiliki 5 lantai, aku set dengan penempatan switch di tiap lantai, struktur bangunannya memiliki sub di tiap lantai sehingga memudah penarikan kabel UTP di tiap lantai. Switch masternya berada di lantai 5 sekaligus sebagai tempat ruang server dan koneksi ke internet memakai broadband wireless ke salah satu ISP. Di lantai 1 ada 4 komputer, lantai 2 ada 10 komputer, lantai 3 ada 20 komputer(Lab), lantai 4 belum ada komputer, dan lantai 5 ada 3 komputer bersama server. Setelah kabel jaringan ditarik dan dilabelin masuk ke proses crimping konektor RJ 45 di tiap kabelnya. Kemudian dengan menggunakan alat test kabel semua di test dan berjalan baik. Kemudian masuk ke tahapan setting server linux yang kali ini aku menjajal distro Fedora Core 5, service yang diaktifkan File Sharing dan Print Sharing dengan Samba 3, proxy dengan Squid 2.6, iptables, routing ke ISP, Content Filtering. Setelah itu testing trial ke client semua up dan ke ISP dan up. Done untuk server, masuk ke komputer client installin tools-tools penting dan menset agar dapat digunakan setiap hari. Kalau aku masuk ke lantai 2 tempat ruang guru-guru bule nya pasti mereka teriak “internet datang” gitulah terjemahannya, kayak iklan Telkom saja internet goes to school, memang jaman sekarang internet itu sudah menjadi konsumsi wajib manusia. Ada guru dari India bernama BS Kelkar, ini orang paling suka browsing ke situs India Times orangnya baik tapi bahasa inggris susah dicerna, atau kupingku kali yang susah nangkap kata-katanya, tapi dia baik dan ramah. Internet ada semua senang, tapi jangan kebablasan lupa kerja.

Upgrade FTP Server

| Posted in Linux Server, Project

Sore ini aku upgdrade software FTP Server di server linux sebuah sekolah yang digunakan setiap hari untuk pengajaran(elearning) anatara siswa dan guru baik diruang kelas maupun diluar. Server ftp ini fungsinya lumayan berat dengan hardware Pentium 4 Ram 1 GB Harddisk 80 GB Sata. Saat ini memiliki 30 user account guru dan 200 user account siswa, digunakan juga sebagai website siswa. Software FTP Server nya memakai ProFTPD , diserver terinstall proftpd 1.2.9rc3 dan aku mau upgrade ke versi stable yaitu ke 1.2.10, setelah sebelumnya membaca release notesnya. Alasan aku mengupgrade ke versi stable adalah masalah PAM authentication yang kadang tidak berjalan baik. Masalah ini terdaftar di Bug 2440 news mereka. Read the rest of this entry »