Susahnya menikah di adat batak

| Posted in Other

Suku Batak memiliki adat budaya yang baku yang disebut Dalihan Na Tolu yang dapat menembus sekat-sekat agama/kepercayaan mereka yang dapat berbeda-beda. Adat budaya Batak ini memiliki tujuh nilai inti yaitu kekerabatan, agama, hagabeon, hamoraan, uhum dan ugari, pangayoman, dan marsisarian. Nilai kekerabatan atau keakraban berada di tempat paling utama dari tujuh nilai inti budaya utama masyarakat batak. Nilai budaya hagabeon bermakna harapan panjang umur, beranak, bercucu yang banyak, dan baik-baik. Nilai hamoraan (kehormatan) terletak pada keseimbangan aspek spiritual dan material yang ada pada diri seseorang. Nilai uhum (law) mutlak untuk ditegakan dan pengakuaanya tercermin pada kesungguhan dalam penerapannya dalam menegakan keadilan. Nilai suatu keadilan itu ditentukan dari keta’atan pada ugari (habit) serta setia dengan padan (janji). Pengayoman (perlindungan) wajib diberikan terhadap lingkungan masyarakat. Marsisarian artinya saling mengerti, menghargai, dan saling membantu.

Masalah ini sudah terjadi 1 bulan belakangan ini, dan mulai terlihat keputusannya hari ini. Dalam keluarga batak eratnya rasa kekeluargaan merupakan suatu aliran turun temurun yang diturunkan dari nenek moyang ke setiap manusia yang dilahirkan dari suku batak. Kekuataan itu kekeluargaan dalam satu marga baik terjadi baik dari satu darah(kandung) maupun satu marga dari berbeda keluarga. Contoh saya bermarga Gultom bila bertemu dengan marga Gultom dari berbeda keluarga tetap harus dianggap sebagai satu Klan Gultom. Walaupun garis turunannya berbeda dengan turunan saya dari Bapak. Ini harus dijaga sampai kapanpun, sampai akhir hayat. Dan setiap orang batak harus selalu melibatkan saudara-saudaranya yang masih ada dan sesepuh untuk membantu dalam hal pernikahan. Sebenarnya tidak ada peraturan atau anjuran untuk menikah dengan orang batak. Boleh mengambil suku lain selama cocok dan memiliki satu tujuan baik. Tetapi biasanya jika lelaki bermarga batak mengambil calon istri suku lain sudah sewajarnya calon istrinya diangkat dan diberikan marga untuk bisa dimasukkan dalam garis kekeluargaan suku batak. Contoh jika saya mempunyai calon istri dari suku Chinesse, maka istri saya harus diberikan marga dari ibu saya misalnya Pakpahan, dan nantinya namanya ada tambahan Pakpahan. Ini sudah dilaksanankan turun temurun sampai saat ini. Dan juga ada prosesi adat dalam pengangkatannya, dan turunlah para punguan Gultom dan Pakpahan untuk memberikan ulos dan sebagainya dalam prosesi itu.

Saya sangat terpukul juga dengan masalah ini dimana saya mempunyai tulang di Semarang yang berkerja di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Tulang saya ini bukan tulang kandung dari adik Ibu saya tetapi sesama marga menjadi satu klan Pakpahan. Tetapi Tulang dari Ompung ompunya di Sidikalang Dairi. Tetapi sudah kami anggap sebagai tulang sendiri sejak kecil. Apalagi tulang kandung dari adik mama sudah tiada.

Tulang kami ini secara karir dan pendidikan bagus lulusan luar negeri, tetapi memiliki pemikiran tentang adat batak sangat kurang, dan tidak mau melakukan proses apapun yang berbau keadatan. Hal ini dia tunjukkan ketika akan menikah dengan calon istri suku jawa di Semarang. Kakaknya tertua yang di Jakarta sudah merencanakan adat batak khususnya mengangkat calon istrinya menjadi marga Gultom, semua sudah dipersiapkan dari kumpulan punguan Gultom Jakarta dan punguan Gultom Semarang. 2 minggu menjelang pernikahan tulang kami di Semarang membatalkan dan tidak bersedia akan prosesi adat batak yang ada pengangkatan ini, dan mau nikah secara nasional saja di Semarang tanpa embel-embel prosesi tersebut. Alangkah terkejutnya kakak tertuanya yang di Jakarta dan merasa tersinggung dan tidak dihargai oleh keputusan tulang di Semarang. Tulang tertua kami juga merasa malu dan tidak enak kepada punguan Gultom dan Pakpahan yang sudah menyiapkan segala sesuatu. Kasus menjadi rumit sampai inaguda-inanguda tulang kami menjadi sedih dan terpukul. Karena ada juga adik tulang yang di Semarang menikah dengan suku jawa tetapi mau diangkat marga dan perlaksanaan pernikahan dan adat berjalan baik tanpa hambatan. Tetapi kenapa tulang di Semarang ini sangat berbeda pemikirannya. Sangking sedihnya pihak inganguda(kakak dan adik tulang di Semarang) menyatakan tidak akan menghadiri acara tersebut, tetapi atas saran ompung-ompung di Medan tulang (kakak tertua) harus datang dengan apapun resiko. Saya juga ingin datang tetapi karena hari ini ada pekerjaan jadinya batal begitu juga dengan sepupu-sepupu saya dari Gultom dan Pakpahan di sini jadi mengurungkan niatnya untuk datang. Hal ini menjadi pelajaran dan pengalaman bagi kami dan sepupu-sepupu saya khususnya jika ingin menikah pikirkan semuanya secara matang, dan jangan ada pihak yang dikorbankan khususnya pihak keluarga sendiri, karena kebanggaannya adalah eratnya hubungan kekeluargaan dalam suku batak.

kutipan terkahir yang penting sbb :

Marga bagi orang Batak biasanya adalah identitas yang menunjukan silsilah dari nenek moyang asalnya. Sebagaimana diketahui marga bagi orang Batak diturunkan secara patrinial artinya menurut garis ayah. Sebutan berdasarkan satu kakek dalam marga yang sama markahanggi (semarga). Orang batak yang semarga merasa bersaudara kandung sekalipun mereka tidak seibu-sebapak. Mereka saling menjaga, saling melindungi, dan saling tolong-menolong (St. Tinggi Barani P. Alam 1977:5).

Comments (139)

Ya.. gw termasuk salah satunya.. suami gw orang batak, marga Simarangkir.. kita merit tgl 19 Maret 2008.
Gw bukan orang batak.. n gw nurutin aja kemauan laki gw..( Kebetulan dia anak pertama dan laki2 pula ) jadi harus di adatin kata dia.. nanti kalo gk di adatin adik2 nya gk bisa pada merit pake adat juga…
n bagi orang batak ada kebanggaan tersendiri kalau anak laki2 nya sudah menikah dan di adatin ( ortunya, mertua gw sekarang kalo pesta Ulos nya udah ganti, beda sebelum ybs menikahkan anaknya )

ya intinya kalo di jalanin dengan senang ja happy2 aja tuh…

yg pasti si kl gak diadati ya gk bs tampil dlm adat..
Kl mslh semua keribetan dlm budaya batak itu sih tergantung individuny msg2. Bukan adat batak aj yg ribet,, smua adat ribet mnurut ku. Kl mmg dr awal udh mrasa ribet mau menjalani,, y smua2ny pasti ribet yg dijalani.
kita yg muda ini bs blg bgtu krn mgkn blm merasakan manfaatny kedepan..
kl mw pesta nikah ala iringan musik yg lembut, tamu2 yg abis salaman trus pulang n yg lain2.. bikin pesta sendiri aj tanpa undang2 org batak, termasuk sodara2mu :)
tentunya tamu2 yg hadir yg mnunggu giliran akan mangulosi kita pun gk akn mau hadir kali kl mreka pun berpikir itu ribet y tho??
aplg ad yg blg gk up to date!! matilah awak..

batak is fun baby!! so rileks aj :)

Salam kenal!
namaku Indri, aku cewek Jawa tapi sekarang lagi pacaran sama cowok Batak.

Sebenernya, aku suka banget sama budaya Batak (setelah browsing2 dan tanya2 kesana kemari), dan seneng banget sama karakteristik orang2nya yang sangat apa adanya.

Tapi,
apa bener…
temenku pernah cerita, katanya, kalau orang batak tuh ngarepin menantunya batak juga. Katanya kalo nggak, dunia srasa runtuh. Apa iya gitu? =(

udah gitu,,
ortuku (terutama mama) tuh sangat mengharapkan kalo anak-anaknya tuh sama orang Jawa aja… aduh, jadi makin bingung sekarang… padahal aku sayang banget sama cowokku… huhuhuhuhuh….

thx banget yah,,
tetap lestarikan adat!

HORASS..
gue orang batax tp lahir dan besar dijakarta, ntar lg mo melangsungkan pernikahan adat batak.
emang bener dah adat batak susah buanget terutama dalam menyusun siapa yg akan diurutkan dalam undangan apalagi salah penulisannya bisa2 marah orang yg diundangnya.
gue sedang dalam setengah jalan dimana gue dalah pergi minta ijin kerumah tulang dgn bawa B2 lengkap trus sekarang lg bingung buat martonggo raja…...
pusing dah pokoknya… sampe2 bawaan nya mo marah terus gue.

thx

horas lae .

gak usah bingung lae, kalau bingung minta pendapat aja dari sau dara yang lebih mengerti tentang adat karena org muda pasti belum berpengalaman tentang adat itu tetapi kita perlu akan arahan terutama kerabat (saudara dekat kita), jangan marah terus nanti ntar pestanya gak jadi yag rugi kan lae sendiri. g bu

Bener bgt,adat batak itu rumit..
Qw aja lahir d Sengatta,KalTim..
My Dad marga Tambunan, My Mom boru Gultom..
Hampir 40tahunan ortu qw tinggal d Bppn..
Jadi dari kecil kami tidak di paksakan untuk tahu tentang adat, sisilah batak..bahkan kami juga tak pernah di ajar mengenal bahasa batak!!..
So, klw qw di kumpulan atw kalaw keluarga /mertua datang..kaya’ kambing conge’ aja..dengerin!!..
Ini cerita waktu qw mau nikah..
Suami qw sekarang marga Gultom..
Sedangkan My Mom boru Gultom..
Singkat cerita sekitar bulan Desember setahun yang lalu keluaga2 suami qw datang dr Jkt,Mdn,Sby..untuk membicarakan pernikahan kami..dan juga seluruh keluarga qw dr Mdn,Irian pada datang..
Memang kami tidak memakai adat karena qw&suami memang tidak mau..terlalu rumit!!..
Ketika mereka pada bertemu& bercerita2 tentang sisilah Gultom ternyata..
Suami qw sekarang adalah tulang qw..
nggak tau juga ya..tulang dari mana??..
tapi mereka bilang memang masih keluarga tapi jauuuuuuh..
Bapak tua qw dari suami qw manggil Op.doli qw dari My Mom dengan sebutan ‘adik’..
Jadi kalaw gitu..qw nikah sama Op. qw duunk..bener nggak??..(sori nggak tau!!)& Op.qw manggil Bp.tua@#!
Suami qw Gultom no.15 atw 16 gitu dehh.. sedang Op. dari My Mom itu no.19 atw 20 gitu..(sori kalaw qw salah..maklum qw nggak ngerti soal no.)
Ya,alhasil..karena mereka bilang nggak masalah karena masih jauuuuuuuuuh banget GultomX..
So..3 bulan kemudian kami nikah deeeeeh..
Kalaw ada yang ngerti tolong bantuin duuuunk..kasih tau qw y..plasse..!!...

prnikahan adat batak…
sbnrnya g masalah tp yg bikin mslah adalah smua kluarga dr pihak org batak…

mau d lawan d blg anak durhaka, anak g tau adat..
g d lawan kita akan khilangan wanita yg bnr2 ingin kita nikahi…

jd bngung…

Please help me…..

Adat Batak oh…Adat Batak
G ngerasain adat batak tuh susah buaangett utk di jalanin…ceritanya gw ma co gw,kami seiman dan sepakat menjalani hubungan,tp ternyata kami marpadan,karena perasaan kami yang mendalam dan merasa cocok,kami memutuskan untuk terus menjalani hubungan ini..untill one day bonyok gw mengetahui hal ini n guess what mereka marah besar sampai2 mengancam akan membunuh kami apabila hubungan ini kami lanjutkan,it makes me fell so sad,they said its a BIG NO,n gak ada jalan keluar selain berpisah…what the hell,gw pikir satu iman n tidak satu marga sudah cukup untuk membina hubungan,but di batak ITS NOT THAT ENOUGH!!sekarang ini kami memutuskan untuk berpisah,tp sampai sekarang kami masih punya perasaan yang sama n gak rela kalo hubungan ini cuma selesai karena ‘adat’bilang ini nggak boleh,g sayang banget ma kel gw,but g jg ngerasa berhak untuk punya masa depan bersama orang yang gw kasihi..please kalo ada yang mau help gw,coz sekarang g hampir stress n under pressure bgt,what should i dO???!

syallomm
aq bkn orang batak cii tp co ku orang batak and marga nya jg gultom…aq ceneng aj ma dat batak coz rasa kekeluargaannya msh erat bgt,,aq slut bgt. ya di adat jawa jg ad tp ga se erat kya di batak…
mungkin ribet nikah pke pernikahan adat tpi aq mau kok nikah ma co ku yang orang batak and aq jg mau dksh marga yang penting aq ma dia ttp satu iman..tp untuk skrg and kedepannya aq msh berserah ma Tuhan and msh ttp berdoa spya menyatukan kami selalu, aminnnn….

GBU all

” jka Tuhan menjawab doa mu,berarti Dia menambah iman mu. jka Tuhan blm menjawab doa mu, berarti Dia menambah kesabaran mu. ttpi jka Tuhan menjawab doa mu ttpi bkn permintaan mu berarti Dia memberikan yang terbaik untuk mu ”

” jka kau mencintai seseorang,pertahankan dia and cintailah dia dengan hati mu, krna hati mu itulah yang akan membawa kebahagiaan untuk cintamu ”

HORASSSS
ai.. boasa ribut hamu mmbahas adat ni batak ba era so batak hamu mulai 1500 taon na salpu ai nga adong adat batak, ba molo so olo ang ka hallet mu di luahon maradat batak intor putuson boha huroa mabiar be ho mlo putus(sehira naso batak) ba artina molo holong do roha na tu hamu(ang ka dongan naposo ate na lao mangoli)ba hallet munai p pasti ikkon olo di luaho mar adat batak,ALAI

NB:SOTUNG MAILA HAMU ATE DONGAN NAPOSO ALA MAR BSAHASA BATAK AU.trus terang aku kturunn BATAK">JABATAKU BANGGA JADI ORANG BATAK, TRIMKSIH BANYAK BUAT PERANTAU2 AYANG DA BUAT NAMA BATAK DI KENAL SAMPAI DI BERBAGAI NEGARA.

Horas semuanya.
Ada orang bilang adat Batak ribet lah, pusing lah, dll lah. Sebenarnya ga juga sih. Memang orang tua batak mengharapkan anaknya kawin dengan orang batak juga, tapi itu sebenarnya karena alasan biar gampang aja. kasian kalo orang diluar batak. Banyak ga ngertinya dibanding ngertinya. Tapi jangan salah. banyak orang batak kawin bukan ama marga/boru batak, justru yang dari luar itu malah lebih batak dari orang batak sendiri. Artinya apa, semakin dia paham adat batak n maknanya, semakin dia cinta.
Kalo soal marpadan, sebenarnya itu kebanyakan salah kita sendiri. Udah tau sama-sama orang Batak, bukannya marga duluan yang disebut pas kenalan, tapi nama. Dipaksa diterusin, akhirnya bawa-bawa nama Tuhan. bilang udah cintalah, udah berdoa ama Tuhanlah, dll lah. Padahal Tuhan juga kan bilang, hormatilah orang tua mu maka umurmu akan panjang. Ada bapauda gue, dia pendeta pantekosta (biasanya paling menolak adat), kawin dengan boru toraja. tapi tetep kok, boru toraja itu dikasih marga, trus kawin adat deh mereka. gue tanya, mahal gak? jawabnya apa coba? ah, adat do na balga, adat do na gelleng. Percaya atau tidak, taun berapa aku lupa, sudah pernah ada seminar hubungan adat batak dengan agama (khususnya kristen ya). Nah, adat yang ga sesuai dengan Alkitab, dan dianggap terlalu memboroskan, udah dihapus.
So, untuk semuanya, banggalah menjadi orang Batak. toh Tuhan juga yang membuat kita menjadi orang Batak, bukan ortu kita khan!!
Horas jala gabe!!

@ tiara

Saya simpati dengan yang anda alami

memang ada istilah “marpadan” tetapi itu bukan bagian adat, itu akibat dari adanya “padan” diantara nenek moyang dua marga yang “marpadan” itu. konsekuensinya dibawa sampai anak cucu (ngeri bah!!)
Ada sih pasangan yang marganya “marpadan” tetapi toh baik dan rukun-rukun saja, walaupun mengakibatkan hubungan mereka dengan keluarga besar masing-masing jadi renggang (ingat, ga sampai putus lho!), mungkin bagi mereka itulah “harga” yang harus dibayar demi cinta mereka.

Jadi ada dua hal yang bisa anda lakukan…
1. lupakan dia, jika dia mengikuti perkataan orang tuanya
2. Cari cowok lain…hehehe (saya tiara…saya masih lajang)

salam kenal bang…..
aku org jawa asli, pacar batak, trus mo nikah…. adat yang musti dijalani apa aja bang? apa aku jg harus ambil marga?
thx… b4

Syaloom bang, ku mau curhat nih,

aku orang jawa thionghoa, cow ku batak,kami sudah 7 thn pcrn,3 bln yang lalu saya ketemu dng ortu cow di jkt,hasilnya mereka tidak setuju hub kami.alasannya seumur, sama-sama egois,tidak cocok, dan tidak satu suku. setelah saya pulang dr jkt,ortu cow saya menjodohkannya dengan cew batak.dan meminta cow saya memutuskan saya.cow saya setelah itu berubah tidak peduli dgn saya.
yang mau saya tanyakan, ortu batak memang begitu yah pdhl kami sdh berhub 7 thn, dan tiba-tiba saya di buang begitu saya, apa org batak memang tidak ada tanggungjawabnya?padahal kami sudah berkomitment lama. apa tidak kasihan dengan anak gadis orang dibegitukan?(maaf bkn bermaksud menyinggung siapapun)
kalau th akan bgt knp cow ku tidak bicara dr awal kepadaku ttg adat mereka itu?
Apa cow batak setega itu memutuskan hub yang sdh lama terjalin?
Apa adat batak tidak memperbolehkan menikah dgn suku lain?
Tolong jawabannya bang,karna saya benar-benar under presure..Thanks
Ria

saya ingin bergabung disini dan saya ingin banyak tahu tetang ornorng batak

saya ingin bergabung sama kalian dan saya juga ingin banyak tahu tentang adat batak juga. saya juga kurang pintang tengtang adat batak

saya ingin bergabung sama kalian

10 thn yg lalu saya married ama keturunan jawa-menado. Suamiku dikasih marga dan resepsi pakai adat. sekarang baru timbul masalah ternyata ada keluarga yg kasih marga ke suamiku tidak setuju. aneh…. padhal suamiku sdh rajin bgt ikut acara-acara batak. tapi biarlah yg penting keluragaku bahagia. Amin..

horas…horas????
apakabar nich smuanya….
kenalkan nama q mei,asal dari fak-fak PAPUA??skrng ini q lg dekat sm cwok batak marga sitinjak dari sorong PAPUa…km udah pacaran hampir 1thn lbh,, masalahnya skrng,ortu q itu tdk stju q berhbngan dngn dia,,tp jjr aja q suka..apalagi q udh bnyk bljr tentang adat batak secra sembunyi2….malahan abang q sj tdak tau???
gmn ya,caranya agar ortu q mau restui hubungan kami berdua??

Di Balas Ya??
GBU ^_~.

horas…...???????
hai mei kamu dah ngerti kalo adat batak rada susah mengerti …..............
bukanya aku sok tau….....
tapi kalo di adat batak tu…......
harus punya prinsip dan gak maen maen
ni tipe cowok/cewek yang baek

1.seiman
2.dewasa
3.seusia
kamu harus da punya tu ma dia..
kamu doa aja minta tunjukin sama Tuhan
dia jodoh kamu atau ngak
kalo memang dia jodoh u dia nagk bakal kemana.

Saya benci cowok batak,penipu,perayu.

horas di hita sude halak batak…...

kita semua generasi batak harus tetap melestarikan adat batak, dengan adat batak jati diri kita semakin nyata, dan semaki kokoh, memang adat batak ribet, tapi manfatnya begitu besar, lakukanlah dalam keseharianmu maka sebahagian masalah kehidupanmu banyak terbantu , ituuu

adat batak manfatnya besar sekali lae,ito,appara,abang, anggia, say yes to adat batak horas…..

saya mau tanya sebenernya adat batak tu gimana sih?
saya tertarik dengan adat batak jadi saya mau belajar..
Tolong di jawab ya..

Thx

All,

Kan katanya kalo ga mau ikut adat batak ya jangan jadi batak. Nah, ada ga sih cara formal (upacara/ritual) buat ngelepas marga? Ato keluar dari batak?

horas,....
sebenarnya adat batak itu tdklah susah asalkan adakemauan,tapi kalau tdk ada niat yah macam-macamlah alasan…jgn malu dan harus bangga jadi orang batak itu resep utama…alana hatani opputta sijolo tubupe ..:opputta naparjolo martukkoton sialagundi- napinukkani naparjolo ,siihuttononni nsuppudi artinya apa yang dirintis nenek moyang kita yang dulu..harus kita ikuti dan lakukan generasi muda…ima sahatna,,,,,,johan S

Kenapa harus bangga? Udah kaya “calon pengantin” aja.

@Ria..

Yahh..terus terang itu jg yg lagi dialami kakak sepupuku..

Oke… adat batak itu ada positifnya : kekerabatannya dijunjung tinggi… SALUT for that!

Tapi lepas dari itu.. suku batak menurut saya adalah sangat egois… Kenapa nikah dengan suku lain ga boleh? kenapa suku lain yg sdh ada marga harus ganti marga juga??? kenapa semua HARUSHARUS.. dan HARUS???
dengan kata lain, hukum adat melebihi dari hukum yang Tuhan ajarkan… dalam hal ini bukan berarti saya bawa-bawa nama Tuhan seperti yg dibilang @Tumpak Radjagukguk dengan statement : “Udah tau sama-sama orang Batak, bukannya marga duluan yang disebut pas kenalan, tapi nama. Dipaksa diterusin, akhirnya bawa-bawa nama Tuhan. bilang udah cintalah, udah berdoa ama Tuhanlah, dll lah. Padahal Tuhan juga kan bilang, hormatilah orang tua mu maka umurmu akan panjang”

halooooo Pak Tumpak… namanya juga orang kenalan, di indonesia ANEH KALEEEE kalo kenalan pake nama marga dulu… DAN just for ur info yaah.. klopun kenalan dengan nama marga, TIDAK SEMUA ORANG BATAK tahu jika marga lawan bicaranya itu marpadan.. Dan wajar kalo @Tiara bawa kata Tuhan, kenapa ga boleh??? ada yang salah??? toh mereka seiman..iman Kristen.. ada Kristen hubungannya kan dengan Tuhan.. Aku bs memahami @Tiara.. mereka prioritas dengan cinta/kasih yg sebagai dasar dari orang KRISTEN, so…ga ada yg salah dr statement @Tiara. Wajarlah @Tiara bilang udah cinta, dll.. apakah Bpk Tumpak kalo pacaran ga pake cinta dan ga bawa Tuha di dalam hubungan? atooo hanya bawa adat saja??
dari sini aja keliatan bentuk egoisnya… orang sharing malah disalah-salahin dan disudutin..

Yang ga habis pikir, sepupu gw laki-laki, dan punya marga (manado). Dia udah datang ke keluarga cewe nya yang notabene orang Batak.. dan org tua sang gadis hanya berkata : untuk menikah, acara adat itu HARGA MATI, dan kau ganti marga juga HARGA MATI.

buset deeehh.. sampe segitunyaaaa… secara Manado juga punya marga… dan kakak gw yang laki-laki…. Jadi yang cewek dong yang manut… masak kakak gw yg ganti marga???! oooh…no…no…no…

jedih sedih aja, mereka hubungannya jadi stag… stag hanya karena masalah adat…

Dan herannya, knp pas aku baca2 ttg adat batak, kalau ga diadatin, nanti si a ga dateng, si b ga boleh ikut ini-itu… dan intinya ga dianggep sebagai bagian dari keluarga besar…
oh men….
APAKAH ITU BENTUK DARI KASIH?????
KASIH itu TIDAK BERKESUDAHAN.. dan TIDAK DIBATASI OLEH ADAT ATAU TIDAK..
dan kenapa hanya karena tidak diadatkan, KASIH yang ada langsung hilang, merasa ga dihargai dsb…
stigma itu yg terus terang buat saya kurang sepakat dengan adat batak. Saya menghormati adat Batak… tapi lebih dari itu, saya punya Tuhan yang jauuuh lebih tinggi posisinya dari adat manapun.

Singkatnya, mungkin kalo bisa gw simpulkan, bagi orang Kristen yang Batak, KASIH itu BERSYARAT..

weew….

kalo aku marga simarmata terus ibuku boru naibaho .. mau menikah dengan cw yang boru gultom terus mamanya boru nadeak ?
boleh ga amang !

jgn bingung2 saya juga orang batak

Semoga aja satu diantara seribu kejadiannya.Orang lain begitu susahnya mencari gelar tambahan nama, apalagi suatu penghormatan dengan adat budaya.

Yah…ampun! Suatu penghargaan besar jikalau orang tua memberi gelar dalam adat.

wah ternyata ribet bnr y menikah ma org batak…....

tp jujur saiia sampai sekarang masih bnggung ma pernyataan tmn2 saiia org batak…..

tmn saiia marga ginting blg : katanya cwo batak tu hrs mnikah ma org batak jg,, tdk blh tdk…. Klo sampai melanggar bsa di jauhkan dari pihak keluarga

smntra tmn saiia marga sitanggang blg: g masalah c nkah ma suku mna aj asal yang batak tu hrs pihak laki2nya…..

saiia jd bnggung pernyataan mna yg bnr???

krn gara2 pernyataan neh saiia jadi serba salah mo deket ma org batak…....

padahal saiia ingin sekali mendapat psangan hdp org batak????

adat ya adat… nama nya uda privilege dibawa dari lahir… masalah beda suku yg menikah itu ga masalah.. kalo orang tua cowok/cewek uda modren.. – adat dalam pernikahan wajib hukum adat nya bagi orang batak.. – soal setuju tidak setujunya orang tua itu masalah pemikiran nya masing masing orang tua bukan ada hubungan nya dengan adat..

Buat yg buta dengan marganya sendiri.. coba tanya Bapak – Ibu masing masing.. marga mana yg bisa di persunting/memersunting anda… kalo di bilang “marpadan” jelas tidak bisa.. karna sumpah nenek moyang dahulu kala bahwasanya dalam padan/janji mereka tidak akan saling mempersunting… sebenarnya kl anda berniat melanggar janji itu.. tidak ada masalah.. tetapi masalahnya datang dari masyarakat adat Batak yg akan mengasingkan anda.. hal itu merupakan AIB bagi keluarga dan marga yg anda sandang…

Buat anda yg tidak merasa Batak tanggalkan aja marga anda.. trus mengasingkan diri dari masyarakat batak.. gampang kan..

kl di kait kait kan ama kepercayaan itu hal yg lain… ADAT ya Adat..

Mauliate

Gw… ada rencana merit ma wanita batak. Rencana mo dimargain Simanjuntak. No problem for me about it, plan mau datang dulu ke Om yg punya marga Simanjuntak itu… Mau tau dulu all 100% prosesi adatnya itu bagaimana… kalo ada yg gw ga comfortable, gw akan cut hal2 tsb, jadi adatnya yg dipake yg sesuai aja dengan kondisi kita.

Jangan dipaksakan dan mengikuti semua masukan dari kluarga besar… adat jalan namun disesuaikan dengan kemampuan kita.

Yg potentialy bikin problem, katanya di nikah / pesta nikah batak… selalu ada alkohol dan rokok. Itu dua hal yg sama sekali tidak diterima di keluarga gw skarang… masih blom ad plan untuk mengatasinya. Apa gw kasih ruangan khusus buat perokok pas pesta nikah yak??? hihi…

Btw, I appreciate to all tradition in this world… include Javanesse or batak tradition.

Nugie Jawa Calon Simanjuntak

Santi,thanks for the support,baru buka2 lg web ini,ternyata masih ada yang support aq...masih bingung kenapa banyak orang batak masih ngotot mempertahankan adat nya banget,gw gak bilang semua adat batak harus di buang,but bbrapa udah gak update lg gw rasa,sperti masalah yg gw alami:kenapa msh d pertahankan gak boleh menikah dengan padan??kita kan gak tau di masa lampau kenapa opung2 kita dulu menerapkan larangan ini,mungkin dulu karena situasinya masih berperang,dalam kegelapan dll....but sekarang kita hidup di masa ini dan masa depan bukan di masa lampau....lagian kita dah jd orang KRISTEN kok,yg udah di tebus,jd orang merdeka n tunduk nya cuma pada peraturannya YESUS,bukan peraturan OPUNG2 yg sudah meninggal...kebnyakan yg gw tau kl di langgar katanya bakal kena kutuk lah,kematian lah dll,itu dasar ketakutannya,sebenernya mata kita jd terbuka kl ada kel terdekat kita kesandung masalah yg ky begini,kt kan sudah terima pengajaran yg lebih baik,tidak asal mempertahankan sesuatu yang sebenernya hati kecil kita bilang kalo itu SALAH...yg lebih bikin gw bingung,menikah dengan PADAN gak boleh,tp menikah dengan PARIBAN di anjurkan..yg notabene itu masih incest tingkat 1,katanya biar gak kemana2 keluarganya...tapi menikah dengan satu marga jg gak boleh,padahal kan deket banget tukh..n masih banyak lg aturan2 adat yb basic nya bukan karena kasih...menikah dengan ADAT juga bukan harga mati lah,harusnya penerapanya menikah dengan satu agama itu baru harga mati coz kita bertnggung jawab di hadapan TUHAN..semoga kita generasi muda bisa berpikir dengan baik dan bisa memilih dengan benar,spy kelak qt gak kehilangan anggota kel kita yg karena tidak bisa mengikuti adat terpaksa harus meninggalkan kedua orangtuanya dan kel dan menanggung beban seumur hidupnya,Tumpak Radjagukguk,maaf pak,saya bawa2 agama,bawa2 TUHAN,karena menurut saya standar tertinggi yah cuma TUHAN dan agama doank..nothing else….paham!

@Ucok Simamora:banyak kejadian pasangan yg batal menikah bukan cuma karena marpadan doank,yg gw tau kl boru cewenya sama denga boru mamanya juga gak boleh menikah,terus kl ada simanjuntak pudi dan simanjuntak horbo jolo,kl masih ada hubungan kel nya dengan pasanga nya juga gak boleh menikah..katanya pasti ada bencana dll ,padahal mereka jelas2 tidak marpadan…komentar bapak apa?apa hati nurani kita tidak terketuk melihat maslah seperti itu…btw kita kan gak tau dasar nya nenek moyang kita dahulu kala bersumpah karena apa…...apa bapak mau di sumpah2in seumur hidup bapak??kenapa bapak tidak ngotot mempertahankan sumpah pemuda ??pdhal pahlawan2 itu berjasa bikin sesuatu sampai bapak bisa kaya sekarang…kita kan hidup di dalam kasih pak….bukan di dalam masa kegelapn kaya opung2 kita dulu yang gak kenal TUHAN

case ak sm kaya indri…..ak ce jawa….co ak org btak..n kluarganya bner2 gag stuju…knp y….bwt ap Indonesia berbhineka tunggal ika???hix….cm krn ak org jawa jd bliau2 gag stuju???tlalu picik gag c??

Write a comment