Per tanggal 15 februari 2010 pengembang/developer Debian GNU/Linux 4 alias Etch akan menghentikan bantuan security update. Maksudnya adalah Debian GNU/Linux 4 yang sampai sekarang telah berumur 3 tahun akan dihentikan pengembangannya dan update-update terhadap software bug yang ada didalamnya. Hal ini dilakukan karena pengembang sistem operasi Debian GNU/Linux akan fokus pada Debian GNU/Linux 5.0 alias Lenny yang sudah release 14 Februari 2009. Selanjutnya Debian GNU/Linux Etch akan masuk dalam kategori old distribution.
Jika ada pemakai yang masih menggunakan Debian GNU/Linux 4 segera upgrade menjadi Debian GNU/Linux 5.
Untuk proses upgrade dari Etch ke Lenny bisa dilakukan dengan cara :
Merubah mirror Etch ke Lenny, kalau di Indonesia ambil mirror yang terdekat saja, edit file /etc/apt/sources.list :
deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ lenny main contrib non-free
deb http://kambing.ui.ac.id/debian-security/ lenny/updates main contrib non-free
deb http://security.debian.org/ lenny/updates main
deb-src http://security.debian.org/ lenny/updates main
deb http://volatile.debian.org/debian-volatile lenny/volatile main
deb-src http://volatile.debian.org/debian-volatile lenny/volatile main
Lalu jalankan perintah berikut:
apt-get update
apt-get dist-upgrade
jika ada kegagalan saat menjalankan apt-get dist-upgrade, bisa dicoba dengan apt-get update—fix-missing lalu dilanjutkan kembali dengan apt-get dist-upgrade.
Selesai.
Florian Weimer dari debian-security@lists.debian.org memberitahukan ada update terbaru dari paket bind9, update paket bind9 bersamaan dengan keluarnya update ntp dan OpenSSL. Proses upgrade bind9 yang berfungsi sebagai domain name server saya upgrade untuk mesin Primary dan Secondary DNS. Berikut proses upgradenya :
Read the rest of this entry »upgrade dns server
| Posted in DNS, Security
Boss besar urusan ISP kantorku suruh aku cek DNS kantor apakah terkena dampak Dan Kaminsky DNS cache poisoning. Kemudian kulanjutkan dengan pengecekan melalui situs :
http://www.doxpara.com/
https://www.dns-oarc.net/oarc/services/dnsentropy
https://www.dns-oarc.net/oarc/services/porttest
#dig +short porttest.dns-oarc.net TXT
#dig @4.2.2.3 +short porttest.dns-oarc.net TXT
pingin juga pakai metasploit dan exploit bailiwicked :D
Dari pengujian diatas diketahui versi Bind (the Berkeley Internet Name Domain) yang terinstall sebagai DNS Server terdapat DNS cache poisoning. Dan sudah seharusnya di patch. Akhirnya aku dijinkan eksekusi server dengan hard upgrade, bukan soft upgrade. Kalau soft upgarde hanya mem-patch dns servernya ke versi yang sudah bebas vulnerable. Tapi aku usulkan untuk hard upgrade dalam arti sekalian sistem operasi nya dan bind nya di upgrade. Installasi fresh dari awal. Pekerjaan ini dilakukan pada mesin Primary DNS, dan mesin Secondary DNS. Semua client kantor di Jakarta dan luar Jakarta memakai kedua DNS ini sebagai koneksi ke internet. Sehingga harus dilakukan upgrade ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sistem operasi DNS memakai Debian, dan melalui mailing list Debian Security aku juga menerima pemberiahuan akan dns cache poisoning ini :
http://lists.debian.org/debian-security-announce/2008/msg00184.html
Installasi ini dilakukan pada mesin Secondary DNS dulu dan kemudian dilanjutkan ke Primary DNS, sehingga tidak ada down time untuk DNS ke seluruh client. Aku pinginnya Secondary DNS turun mesin diganti yang baru, tapi karena semua serba mendadak jadinya pergantian mesin Secondary DNS menyusul setelah bagian gudang mengirimkan mesin baru ke NOC. Eksekusinya malam menjelang dini hari. Menurut pengelola ISC Bind, dalam waktu dekat mereka juga akan mengeluarkan patch kembali pada versi Bind 9.3.4-P1.1 dengan versi P2. Nampaknya harus terus memantau aktifitas di ISC Bind untuk mengetahui release-release terbaru mereka untuk DNS Server versi Bind.
Berikut proses instalasi yang sempat di dokumentasikan.
– Instalasi dan Konfigurasi Hard Upgrade Primary DNS – Instalasi dan Konfigurasi Hard Upgrade Secondary DNSDNS, berfungsi untuk mengatur proses penterjemahan nama domain ke nomor IP atau sebaliknya. DNS merupakan sistem yang menyimpan informasi tentang nama host dan nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan Internet.
DNS diimplementasikan dalam sebuah system melalui software BIND (Berkeley Internet Name Domain), djbdns , Daniel J. Bernstein’s DNS), MaraDNS, QIP (Lucent Technologies), NSD (Name Server Daemon), PowerDNS, Microsoft DNS. Perangkat lunak tersebut memakai metode DNS.
Bulan Juli 2008 dunia IT digemparkan dengan penemuan Dan Kaminsky, Director of Penetration Testing, IOactive yang mengangkat kembali kelemahan pada DNS Cache Poisoning. 3 tahun lalu kasus ini pernah diungkap oleh Ian Green dengan topik DNS Spoofing. Cuman kali ini Dan Kaminsky sangat serius mengungkap kelemahan ini, kemudian beredar di internet exploit bailiwicked yang dapat digunakan untuk dapat meracuni nameserver cache dalam waktu 5-10 detik. Dari rilis pemberitahuan US-CERT diberitahukan beberapa perangkat lunak DNS yang terkena dampak Racun Dan Kaminsky ini. Salah satunya ISC BIND. Dan ISC juga merilis patch softwarenya yang vulnerable melalui pemberitahun di situsnya.
Menurut Jaikumar Vijayan, Computerworld :
DNS servers are responsible for routing all Internet traffic to their correct destinations. The so-called cache-poisoning vulnerability that Kaminsky discovered could allow attackers to redirect Web traffic and e-mails to systems under their control, according security researchers. The flaw exists at the DNS protocol level and affects numerous products from multiple vendors.
Untuk memastikan ini, aku coba install Bind yang belum dipatch, pada salah satu server untuk menjadi sasaran. Lalu melalui laptop aku install Metasploit dan menjalankan expolit bailiwicked AU-EX-2008-0002.txt & CAU-EX-2008-0003.txt, untuk meracuni server Bind yang sudah kuinstall.
hasilnya :
client 202.51.212.xx query (cache) ‘com/ANY/IN’ denied: 30 Time(s)
client 202.51.212.xx query (cache) ‘gmail.com/ANY/IN’ denied: 32
Time(s)
client 202.51.212.xx query (cache) ‘hotmail.com/ANY/IN’ denied: 31
Time(s)
client 202.51.212.xx query (cache) ‘net/ANY/IN’ denied: 30 Time(s)
client 202.51.212.xx query (cache) ‘nosuch.domain/ANY/IN’ denied:
30 Time(s)
client 202.51.212.xx query (cache) ‘www.yahoo.com/ANY/IN’ denied: 31
Time(s)
ho..ho…gawat nih, ayo patch dns server anda segera, khususnya ISP.
Config Server Linux
| Posted in Security, Squid
Karena konfigurasi dibawah ini sudah tidak digunakan lagi oleh sang admin di salah satu warnet di Jogjakarta , maka saya posting sebagai diary linux saya dan untuk sebagai bahan pelajaran dan menjadi museum server admin. :)
Read the rest of this entry »Saya ditelepon Imam Syafrudien AS(7 Juni lalu) perihal ada masalah di warnetnya di Pekalongan. Sialnya harddisk backup yang sudah disiapkan jika ada permasalahan tidak jalan ketika dipasang katanya ndak hidup. Saya juga ndak bisa remote pake ssh ke server, aneh memang. Akhirnya saya berangkat naik travel Mina karena harddisk backupnya juga harus dicek. Sesampai disana warnet tutup sementara, kasihan juga.
Read the rest of this entry »
