Beli buku Solaris
| Posted in Daily life, Solaris Server
Horeeee….pesanan buku dari Amazon.Com sudah sampai, aku jarang beli buku, tapi untuk judul buku Solaris Security ini harus beli untuk menambah skill Solaris saya.
Horeeee….pesanan buku dari Amazon.Com sudah sampai, aku jarang beli buku, tapi untuk judul buku Solaris Security ini harus beli untuk menambah skill Solaris saya.
Provider WiMax haruslah memiliki Data Centre yang difungsikan untuk IP CORE, Operating Support Systems, Billing Systems, Proactive Network Operating Center (PNOC) dan Interoperability Testing labs(IOT).
Part pekerjaan saya dibagian system engineer, server operation, network security menyangkut Operating System OSS/BSS pada server produksi dan IOT dan tidak memegang IP Core. Selama hampir 5 bulan berkutat di sebuah provider WiMax di Jakarta sangat banyak pengalaman yang saya dapatkan. Disamping infrastruktur yang sudah ada saya juga tidak mau hanya memakai barang vendor tetapi membangun Monitoring system yang dapat berfungsi global untuk memudahkan Network Operation Centre memantau aktifitas yang ada. Sayangnya saya tidak bisa lama di perusahaan ini dikarenakan akan pindah kerja ke luar negeri. Pilihan yang berat dimana saya sudah sangat dekat dengan semua server yang ada. CTO perusahaan ini yang orang Italia juga sempat memberikan janji benefit lain agar saya mau stay, tapi yang namanya peluang bekerja diluar negeri tidak mudah didapat. Jadinya dengan berat hati saya memilih kerja ke luar negeri.
So seperti biasa saya pamit dengan server-server di data centre yang hampir setiap hari saya masuk ke dalam nya baik dalam instalasi, troubleshoot,maintenance,patch,upgrade. Berikut server-server yang saya tangani selama di perusahaan ini.
Read the rest of this entry »Bagi pekerja Teknologi Informasi (IT) telecommuting job sangatlah mengasyikkan. Bisa saya definisikan ini pekerjaan untuk tukang remote server, tukang remote cisco(network devices), dimana semua pekerjaan dilakukan dalam posisi tidak terikat dengan fisik perangkat tersebut.
Kerja di rumah bagi anda yang tidak terikat dengan perusahaan, atau kerja di kantor dengan memanfaatkan waktu melakukan telecommuting job. Di rumah dengan kondisi internet broadband memadai, ditemani televisi atau secangkir kopi tentu menyenangkan, ditemani aquarium dengan ikan arwana atau anjing peliharaan yang ikut tiduran dibawah meja kerja kita. Pakaian bebas celana pendek atau baju kaos tidak perlu pakai ikat pinggang dan sisir rambut atau parfum seperti layaknya seorang pekerja yang berangkat kerja setiap hari. Pekerjaan remote dengan internet broadband ditambah tools remote seperti putty,ssh,vpn client,dan sebagainya membuat jarak jauh terhadap sebuah server menjadi dekat, jika ingin berhubungan dengan sponsor(company) yang menghire anda bisa memakai skype phone/IM Service. Lebih menyenangkan jika telecommuting job anda lakukan tanpa terikat company yang mengharuskan hadir di kantor setiap hari. Jika anda terikat jam pekerjaan di kantor maka butuh curi-curi waktu melakukan telecommuting job.
Bayaran tentu menyenangkan dengan dollar pastinya, jika sponsor kita dari luar negeri, bisa dibayar per proyek, hourly, partime or full time.
Kapan memulai ? Untuk memulai pastikan primary dan secondary skill anda sudah diatas 5 tahun pengalaman, agar lebih mudah dan cepat mengerjakan sebuah permintaan telecommuting job. Segera promosikan skill anda dan memulai mencari telecommuting job melalui situs-situs di internet yang menawarkannya.
Tanpa disadari pelan-pelan tapi pasti banyak pekerja IT(teknologi informasi) dari Indonesia bekerja ke Luar Negeri, dan hampir 70% menjadi pekerja IT di negara tetangga Indonesia di Asia. Sisanya di benua lain seperti Eropa, Amerika, Afrika, bahkan Timur Tengah. Trend pekerja IT di Jakarta sekarang yaitu menerima pinangan perusahaan menengah dan atas di luar negeri. Di Indonesia nilai gaji seorang pekerja IT lebih tinggi di Jakarta dibanding di kota-kota besar lain di Indonesia, jadi jarang pekerja IT mencari pekerjaan IT di kota-kota lain di Jakarta. Kalau sudah mentok di Jakarta yang keluar negeri.
Ada 2 faktor yang menentukan bagaimana nilai gaji seorang pekerja IT yaitu :
-tenaga kerja
-perusahaan
Read the rest of this entry »Sistem backup dan restore di kantor sudah ada pakai Netbackup Symantec 7. Tapi aku tetap saja masih kuatir, agar bisa tidur nyenyak aku siapkan cara lain untuk membackup server-server Solaris 10 yang production sekarang. Caranya dengan membuat Flash Archive(FLAR). Server Solaris 10 dengan aplikasi yang running didalamnya dapat kita jadikan satu file berbentuk image sehingga dapat kita restore menggunakan CD jika terjadi crash pada server tersebut. FLAR sangat simple, perintahnya hanya satu baris dan dapat kita burn ke CD untuk jaga-jaga. FLAR juga dapat digunakan jika kita menginstall Solaris pada banyak mesin.
Contoh perintah FLAR pada salah satu server Solaris 10 :
Aku mendapat tambahan pekerjaan dari ngurusin Security, sekarang menjadi Server Operation Leader di perusahaan operator WiMax di Jakarta. Mengerikan melihat banyaknya server didalam data centre dan secara expert technical on site hanya saya yang dibebani tanggung jawab. Manager dan Head operation sama sekali tidak bisa mengerti detail hal-hal teknis , taunya beres, bingung saya model rekruitment disini, menurut kacamata pengalaman saya di bidang IT sudah sewajarnya Manager dan Head memiliki basic kuat hal-hal teknis yang berada dibawah tanggung jawabnya, jika staffnya tidak available maka sang Manager dan Head bisa turun gunung membenarin server.
But show must go on, saya enjoy saja, kembali ke splunk+syslog-ng, rencana saya memasukkan log pada 16 server Solaris, 20 server Linux(Red Hat Enterprise Linux 5 & Debian 6), 5 server Windows Server 2003 ke dalam server centralized log ini. Departement lain yaitu IP/Network Core juga meminta agar device cisco dan perangkat mereka juga bisa masuk ke dalam centralized log ini. Melihat hal tersebut saya harus punya senjata yang dapat menjadi bukti letak permasalahan(root causes) sebuah problem. Based pengalaman dari kantor sebelumnya saya tambahkan sebuah fitur baru untuk NOC Department yaitu Log terpusat(Centralized loging) maksudnya semua catatan log pada server dan device cisco dapat disimpan dalam server centralized ini.
Berikut proses instalasi dan konfigurasi instalasi Splunk+Syslog-ng dan konfigurasi syslog pada server Linux,Solaris,Windows Server
Read the rest of this entry »Empat bulan lalu ketika aku baru bergabung di salah satu perusahaan operator WiMax Jakarta kondisi monitoring tools masih dirajai oleh product vendor seperti Cisco Ana, InfoVista,Alvarion,Tellabs. Software mahal tersebut sangat egois karena hanya mikirin memonitor productnya saja. NOC membutuhkan tools yang dapat bisa melihat graphing traffic statistics, bandwidth, server, device cisco, tellabs,dsb. Untuk ini tanpa basa basi aku hajar aja pasang Cacti, dan minta server untuk keperluan ini. Setelah dikasih langsung aku install sistem operasi Linux Debian 6 dengan Cacti. Hasilnya Cacti langsung masuk di layar TV NOC Department.
Berikut proses instalasi Cacti pada sistem operasi Linux Debian 6.0 :
– Cacti memerlukan :RRDTool1.0.49 or higher.NET-SNMP.MySQL4.1.x or higher.PHP 4.3.6 or higher.Apache/IIS or any other web server.
Untuk Instalasi sistem operasi Linux Debian bisa dibaca di sini. Setelah selesai instalasi sistem operasi Debian, saya masuk ke instalasi Cacti :
#apt-get install cacti
Read the rest of this entry »Setiap hari di kantor saya selalu berhadapan dengan server Operational Support Systems (OSS) and Business Support Systems (BSS). Server farm ini berada didalam Data Centre dengan jumlah 16 server Solaris 10, 20 server Linux(Red Hat Enterprise Linux 5 & Debian 6), 5 server Windows Server 2003. Untuk memudahkan memonitoring semua perangkat server tersebut salah satunya dengan Nagios. Kali ini saya akan berbagi ilmu untuk setup nagios dan memonitor server Windows, Linux, Solaris. Kedepan saya akan tulis juga untuk Cacti, Splunk+Syslog-ng
Server utama Nagios menggunakan SunFire X4170 yang akan memonitor server farm yaitu server Solaris menggunakan Sun Sparc T5220,M4000,M3000, Linux menggunakan SunFireX4170, Windows menggunakan HP Proliant DL 380.
Tahapan setup Nagios Server :
1. Install sistem operasi Red Hat enterprise Linux 5
2. Install gcc compiler 4.3.6, Apache Server 2, Open SSL 0.9.7, GD development package, OpenSSH 3.6
3.Install dan configure Nagios, NRPE,Check Log File Plugin,dsb.
Berikut prosesnya :
Read the rest of this entry »Kantor kedatangan 3 server Sun Fire X4170 Server, server ini merupakan keluaran Oracle Sun dengan prosesor x86. Server ini seharga 25 juta an.
Ketiga server ini akan di isi sistem operasi Linux distribusi Red Hat Enterprise 5 dan Debian 6. Setelah sistem operasi selesai diinstall baru di isi dengan aplikasi WiMAX 802.16d
Tahapan awal instalasi Red Hat Enterprise Linux 5.3 saya siapkan 6 cd instalasi RHEL dengan lisensinya, serta laptop untuk konfirgurasi ke ILOM Sunfire x4170.
CD installer, Laptop, Aten UC-232A
Saya mulai dengan masuk ke Sun Integrated Lights Out Manager (ILOM) pada Sun Fire x410 server, saya menggunakan putty.
Read the rest of this entry »Ini waktunya Squeeze! bagi Debian lovers.
Desktop, server segera update ke versi terbaru Sistem operasi Linux distribusi Debian dengan versi terbaru 6 dengan kode nama Squeeze yang baru direlease pada 6 Februari 2011. Thanks to all people involved. Lets have upgrade now!
Cara upgrade :
Edit file /etc/apt/sources.list ganti baris yang ada dengan :
deb http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze main
deb-src http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze main
deb http://security.debian.org/ squeeze/updates main
deb-src http://security.debian.org/ squeeze/updates main
deb http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze-updates main
deb-src http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze-updates main
lalu jalankan :
apt-get update
apt-get upgrade
apt-get dist-upgrade
reboot