Rendahnya gaji pekerja IT di Indonesia

| Posted in Daily life

Tanpa disadari pelan-pelan tapi pasti banyak pekerja IT(teknologi informasi)  dari Indonesia bekerja ke Luar Negeri, dan hampir 70% menjadi pekerja IT di negara tetangga Indonesia di Asia. Sisanya di benua lain seperti Eropa, Amerika, Afrika, bahkan Timur Tengah. Trend pekerja IT di Jakarta sekarang yaitu menerima pinangan perusahaan menengah dan atas di luar negeri.  Di Indonesia nilai gaji seorang pekerja IT lebih tinggi di Jakarta dibanding di kota-kota besar lain di Indonesia, jadi jarang pekerja IT mencari pekerjaan IT di kota-kota lain di Jakarta. Kalau sudah mentok di Jakarta yang keluar negeri.

Ada 2 faktor yang menentukan bagaimana nilai gaji seorang pekerja IT yaitu :

-tenaga kerja

-perusahaan

Read the rest of this entry »

Backup dan Recovery Solaris dengan FLAR

| Posted in Daily life, Solaris Server

Sistem backup dan restore di kantor sudah ada pakai Netbackup Symantec 7. Tapi aku tetap saja masih kuatir, agar bisa tidur nyenyak aku siapkan cara lain untuk membackup server-server Solaris 10 yang production sekarang. Caranya dengan membuat Flash Archive(FLAR). Server Solaris 10 dengan aplikasi yang running didalamnya dapat kita jadikan satu file berbentuk image sehingga dapat kita restore menggunakan CD jika terjadi crash pada server tersebut. FLAR sangat simple, perintahnya hanya satu baris dan dapat kita burn ke CD untuk jaga-jaga. FLAR juga dapat digunakan jika kita menginstall Solaris pada banyak mesin.

Contoh perintah FLAR pada salah satu server Solaris 10 :

  1. flarcreate -S -c -n master_sys_env_1 master_sys_env_1.flar

Read the rest of this entry »

Centralized Logging menggunakan Splunk+Syslog-ng

| Posted in Linux Server, Monitoring, Splunk

 

Aku mendapat tambahan pekerjaan dari ngurusin Security, sekarang menjadi Server Operation Leader di perusahaan operator WiMax di Jakarta.  Mengerikan melihat banyaknya server didalam data centre dan secara expert technical on site  hanya saya yang  dibebani tanggung jawab.  Manager dan Head operation sama sekali tidak bisa mengerti detail hal-hal teknis , taunya beres, bingung saya model rekruitment disini, menurut kacamata pengalaman saya di bidang IT sudah sewajarnya Manager dan Head memiliki basic kuat hal-hal teknis yang berada dibawah tanggung jawabnya, jika staffnya tidak available maka sang Manager dan Head bisa turun gunung membenarin server.

But show must go on, saya enjoy saja, kembali ke splunk+syslog-ng, rencana saya memasukkan log pada 16 server Solaris, 20 server Linux(Red Hat Enterprise Linux 5 & Debian 6), 5 server Windows Server 2003 ke dalam server centralized log ini. Departement lain yaitu IP/Network Core juga meminta agar device cisco dan perangkat mereka juga bisa masuk ke dalam centralized log ini. Melihat hal tersebut saya harus punya senjata yang dapat menjadi bukti letak permasalahan(root causes) sebuah problem. Based pengalaman dari kantor sebelumnya saya tambahkan sebuah fitur baru untuk NOC Department yaitu Log terpusat(Centralized loging) maksudnya semua catatan log pada server dan device cisco dapat disimpan dalam server centralized ini.

Berikut proses instalasi dan konfigurasi instalasi Splunk+Syslog-ng dan konfigurasi syslog pada server Linux,Solaris,Windows Server

Read the rest of this entry »

OSS/BSS/Cisco Monitoring using Cacti

| Posted in Cacti, Linux Server, Monitoring

Empat bulan lalu ketika aku baru bergabung di salah satu perusahaan operator WiMax Jakarta kondisi monitoring tools masih dirajai oleh product vendor seperti Cisco Ana, InfoVista,Alvarion,Tellabs. Software mahal tersebut sangat egois karena hanya mikirin memonitor productnya saja.  NOC membutuhkan tools yang dapat bisa melihat graphing traffic statistics, bandwidth, server, device cisco, tellabs,dsb. Untuk ini tanpa basa basi aku hajar aja pasang Cacti, dan minta server untuk keperluan ini.  Setelah dikasih langsung aku install sistem operasi Linux Debian 6 dengan Cacti. Hasilnya Cacti langsung masuk di layar TV NOC Department.

Berikut proses instalasi Cacti pada sistem operasi Linux Debian 6.0 :

– Cacti memerlukan :

RRDTool1.0.49 or higher.NET-SNMP.MySQL4.1.x or higher.PHP 4.3.6 or higher.Apache/IIS or any other web server.

Untuk Instalasi sistem operasi Linux Debian bisa dibaca di sini. Setelah selesai instalasi sistem operasi Debian, saya masuk ke instalasi Cacti :

#apt-get install cacti

Read the rest of this entry »

Server Farm Monitoring using Nagios

| Posted in Linux Server, Monitoring, Nagios, Project

Setiap hari di kantor saya selalu berhadapan dengan server Operational Support Systems (OSS) and Business Support Systems (BSS). Server farm ini berada didalam Data Centre dengan jumlah 16 server Solaris 10, 20 server Linux(Red Hat Enterprise Linux 5 & Debian 6), 5 server Windows Server 2003. Untuk memudahkan memonitoring semua perangkat server tersebut salah satunya dengan Nagios.  Kali ini saya akan berbagi ilmu untuk setup nagios dan memonitor server Windows, Linux, Solaris. Kedepan saya akan tulis juga untuk Cacti, Splunk+Syslog-ng

Server utama Nagios menggunakan SunFire X4170 yang akan memonitor server farm yaitu  server Solaris menggunakan Sun Sparc T5220,M4000,M3000, Linux menggunakan SunFireX4170, Windows menggunakan HP Proliant DL 380.

Tahapan setup Nagios Server :

1. Install sistem operasi Red Hat enterprise Linux 5

2. Install gcc compiler 4.3.6, Apache Server 2, Open SSL 0.9.7, GD development package, OpenSSH 3.6

3.Install dan configure Nagios, NRPE,Check Log File Plugin,dsb.

Berikut prosesnya :

Read the rest of this entry »

Instalasi RHEL 5 dan Debian 6 pada Sun Fire X4170 Server

| Posted in Linux Server, Sun Sparc,Sun Fire

Kantor kedatangan 3 server Sun Fire X4170 Server, server ini merupakan keluaran Oracle Sun dengan prosesor x86. Server ini seharga 25 juta an.

Ketiga server ini akan di isi sistem operasi Linux distribusi Red Hat Enterprise 5 dan Debian 6. Setelah sistem operasi selesai diinstall baru di isi dengan aplikasi WiMAX 802.16d

Tahapan awal instalasi Red Hat Enterprise Linux 5.3 saya siapkan 6 cd instalasi RHEL dengan lisensinya, serta laptop untuk konfirgurasi ke ILOM Sunfire x4170.

CD installer, Laptop, Aten UC-232A

Saya mulai dengan masuk ke Sun Integrated Lights Out Manager (ILOM) pada Sun Fire x410 server, saya menggunakan putty.

Read the rest of this entry »

Upgrade Debian Lenny ke Squeeze

| Posted in Linux Server

Ini waktunya Squeeze! bagi Debian lovers.

Desktop, server segera update ke versi terbaru Sistem operasi Linux distribusi Debian dengan versi terbaru 6 dengan kode nama Squeeze yang baru direlease pada 6 Februari 2011. Thanks to all people involved. Lets have upgrade now!

Cara upgrade :

Edit file /etc/apt/sources.list ganti baris yang ada dengan :

deb http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze main
deb-src http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze main

deb http://security.debian.org/ squeeze/updates main
deb-src http://security.debian.org/ squeeze/updates main

deb http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze-updates main
deb-src http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze-updates main

lalu jalankan :

apt-get update
apt-get upgrade
apt-get dist-upgrade
reboot

Instalasi Splunk (Log is My Co-Pilot)

| Posted in Linux Server, Monitoring, Splunk

Splunk adalah  data engine untuk  IT.  Bagi pengelola server-server di data centre  sangat berguna menggunakan Splunk.  Saya mengenal Splunk dari guru(mentor) saya yang berkebangsaan Belanda (Director Technology  perusahaan swasta di Jakarta).   Saya salut sama mentor saya bernama Frank ini walaupun jabatannya sudah Direktur Technology tetapi hal sekecil bersifat teknis saja skill nya mumpuni,  semua staff dibawahnya pasti cepat mahir bersama dia, spesialis beliau memang di Linux.  Berbeda dengan kebanyakan direktur IT atau manager IT di perusahaan IT di Jakarta yang sudah malas atau tidak mau  tau hal-hal teknis, jadinya bawahannya tidak punya pegangan kalau ada masalah terhadap sebuah sistem.  Kembali ke Splunk video diatas sempat saya buat dalam pembuatan Splunk disalah satu server linux yang saya maintain. Saya menggunakan Splunk untuk memonitor server-server Linux dan Solaris khususnya  log index, search, alert dan report  secara real time,  dan paling menarik dapat menjadi tools security saya.

Splunk saya install pada sistem operasi Linux distirbusi Debian 5 :

kencana:/home/gtoms# ls
osol-0906-x86.iso  splunk-4.1.5-85165-linux-2.6-intel.deb
kencana:/home/gtoms#

kencana:/home/gtoms# dpkg i splunk4.1.5-85165-linux-2.6-intel.deb
Selecting previously deselected package splunk.
(Reading database … 26126 files and directories currently installed.)
Unpacking splunk (from splunk-4.1.5-85165-linux-2.6-intel.deb) ...
Setting up splunk (4.1.5-85165) ...

Read the rest of this entry »

proyek setup linux di Ambon

| Posted in Daily life, Linux Server, Project

Awal Desember lalu aku menyelesaikan pekerjaan setup linux di Badan Usaha Milik Negara (Persero) di kota Ambon. Aku dibawa sebuah vendor dari Jakarta dan bertugas mendesign ulang jaringan LAN dan WAN serta mensetup ulang jaringan internet, email, dan interkoneksi ke kantor cabangnya di Ternate dan Tual. Untuk setup jaringan pekerjaan fisik dilakukan vendor ini dengan draft gambar dari aku, dan untuk pekerjaan setupnya aku kerjakan sendiri, cukup kompleks dan banyak dan thanks God semua bisa aku selesaikan.  Di  kota Ambon kantor wilayahnya sudah running hasil sentuhan tanganku dan tahun depan vendor akan ajak aku lagi untuk turun ke Ternate dan Tual. Pekerjaan ini adalah sidejob, jadi aku sedikit bernegosiasi dengan kantor tempatku bekerja agar bisa ke Ambon.

Setelah survei tahap I saat aku turun bersama vendor bulan lalu, aku sudah mempunyai blue print apa yang harus dikerjakan disana. Dan awal desember lalu aku turun kesana kembali untuk merealisasikan konsep yang telah kubuat.

Beberapa short pekerjaan yang kulakukan :

– Setup Router Cisco & Mikrotik untuk Internet sharing, Load Balancing(3 ISP), Bandwidth Management – Setup Proxy Server Squid dengan content security filtering(QuintoLabs), Time based access. – Setup Mailserver Zimbra master dan backup server secara fisik, auto backup. – Setup DNS, Webserver, Fileserver dan FTP Server. – Setup Monitoring tools : Cacti, Freeping, Lightsquid, NTOP, Nagios, WhatsUP. – Training

Selama pekerjaan ini aku menikmati, dari hotel ke kantor wilayahnya, makan ikan segar2, melihat pemandangan indah Ambon….hehehe

henry@gultom.or.id

proyek linux di perusahaan medical

| Posted in Daily life, Linux Server, Project, Squid, Zimbra

Akhir November ini aku menyelesaikan pekerjaan sidejob di perusahaan medical disposable devices di daerah Jakarta Pusat.  Pekerjaan ini implementasi  sistem operasi linux sebagai pengganti server-server Windows mereka yang menurut pihak IT nya terlalu banyak cost dan rentan virus dan trouble.

Sistem operasi Linux yang diimplementasikan adalah :

1. Router & Internet sharing, Bandwidth Management(HTB+Squid)

2. Proxy Server Squid dengan content security filtering(QuintoLabs), Time based
access.

3. Mailserver Zimbra master dan backup server secara fisik.

4. Monitoring tools : Cacti, Freeping, Lightsquid, NTOP,Nagios.

Read the rest of this entry »

pekerjaan linux ke ambon

| Posted in Daily life, Linux Server, Project

Akhir Oktober 2010 lalu saya ditawarin short job ke Ambon untuk riset dan menganalisa kondisi sistem jaringan network dan internet sebuah Badan Usaha Milik Negara tepatnya Persero.  Perusahaan yang mengajak saya ke Ambon ini merupakan perusahaan konsultan swasta di Jakarta dan sering kerjasama dengan pemerintah.  Saya deal dengan Project Manager dan jadwal berangkat melalui telepon.  Pekerjaannya Riset dan Analisa serta membantu menyiapkan TOR (Term Of Reference).  Sesampai di Ambon Senin pagi, check in hotel  istirahat dan kemudian langsung ke kantor wilayah(kanwil) Persero ini yang jaraknya dekat dengan hotel tempat saya menginap.  Sesampai disana saya dan project manager meeting dengan pejabat dan IT staff  disana yang intinya meminta kita melihat secara langsung kondisi IT pada kanwil dan kancab perusahaan ini. Salah satu pejabatnya mengerti  IT juga dan banyak meminta seperti ini itu macam-macam keinginannya akan perbaikan IT kedepan di wilayahnya.

Read the rest of this entry »

trendmarching : migrasi mambo ke wordpress

| Posted in Daily life, Trendmarching

Setelah ada waktu luang yang cukup, saya putuskan segera memigrasikan situs media online komunitas marching band Indonesia(trendmarching)  dari Mambo ke WordPress.  Alasan mengganti engine content management system(CMS) ini dikarenakan pengembangan Mambo versi open sources terhenti sampai tahun 2007 dengan versi 4.6.2. Sementara situs media online saya ini terus berkembang dan membutuhkan CMS yang stabil dan terus diupdate setiap saat jika ada bug. Alasan memilih WordPress dikarenakan memiliki dukungan dan support yang cukup besar dan banyak dari sisi plugin dan themes.  Sebelum memilih menggunakan cms wordpress, saya masih tertarik pada cms Drupal. Setelah coba-coba pada test server menggunakan Drupal dan melihat banyak yang harus dipelajari, saya putuskan memakai WordPress saja, karena saya lebih familiar dengan code wordpress dan saya tidak punya waktu banyak belajar Drupal, disamping drupal itu digunakan untuk large-scale web sites.

Statistik terakhir situs ini sebelum migrasi ke WordPress adalah Anggota(6033 yang teregister),  Berita 1.353, dan jumlah pengunjung 2.992.391, jumlah iklan corporate : 3 distributor alat marching band (premier, sabian, pearl). Yang paling penting adalah memindahkan anggota(6033 username) dan berita(1.353). Jika kedua komponen ini bisa di migrasikan maka masalah terberat teratasi. Untuk ini saya tetap menggunakan domain trendmarching.or.id, tetapi saya buat folder lain dibawah root agar tidak mengganggu situs yang masih live dengan Mambo. Sebelum benar-benar saya proses, saya sudah coba pada test server,  sehingga saya bisa meminimalisasi masalah dahulu sebelum benar-benar go live. Langkah migrasinya sebagai berikut :

Read the rest of this entry »

« Newer Entries - Older Entries »