ikut nyontreng

| Posted in Daily life

Hari ini merupakan pelaksanaan pemilu legislatif 2009. Saya dapat undangan untuk memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 18.  Bangun pagi sebenarnya masih ngantuk sehabis nonton liga champhions Liverpool dan Chelsea yang dimenangkan Chelsea dengan skor 3-1.

Saya membawa Surat undangan sama Canon DSLR sekalian bisa ambil foto. Proses nyontreng sederhana, datang ke TPS kasih surat undangan, tunggu panggilan, setelah dipanggil diserahkan surat suara lalu cek dulu surat suara, dan masuk bilik TPS untuk menyontreng, kemudian lipat kertas suara dan masukkan ke kotak KPU berdasarkan warna kertas suara. Terakhir celupin jari ke tinta sebagai tanda sudah menyontreng, ntar ketemu teman tunjukin jari tanda sudah menggunakan hak pilih sebagai warga negara yang baik, kalau sempat ntar singgah ke starbuck agar dapat kopi gratis hahahaha….

kampanye

| Posted in Daily life

Hari ini kampanye terbuka berakhir, sebanyak 560 kursi yang terbagi dalam 77 daerah pemilihan(dapil) akan diperebutkan tanggal 9 April 2009. Calon legislatif(caleg) pasti ada yang kehabisan suaranya karena kebanyakan orasi dan teriak-teriak. Foto-foto semua caleg yang akan bertarung juga terpampang hampir setiap sudut jalan. Sayangnya kadang isu kampanye mereka kalah sama isu kampanye calon presiden yang belum dimulai sudah banyak yang curi start. Beragam metode kampanye sudah di keluarkan mereka habis-habisan, lewat Spanduk, Iklan media cetak, online, televisi, radio, dan sebagainya. Pada kampanye legislaif kali ini juga bukan calegnya yang banyak terdengar tetapi pemimpin/pembina partainya.

Di era modern sekarang dan tingginya tingkat kritis masyarakat tidak lah mudah mencuri hati masyarakat untuk memilih partai mana. Untuk ini perlu strategi jitu mantab dan efisien untuk menarik masa dan menaikkan popularitas partainya. Kalau tidak pintar2 mendapatkan daya tarik rakyat yang kelaut saja.

Kampanye kali ini banyak berbau balas-balasan kata-kata antar pemimpin partai, padahal yg tahu masalah sebenarnya yah rakyat kecil yang hanya didatangi saat kampanye saja.

Isu BLT sebenarnya tidak terlalu populer kalau dilontarkan terus menerus. Karena bisa menjadi negatif bagi yang tidak meyetujuinya. BLT benar atau salah tetep bermanfaat bagi yang menerimanya, nah disini partai yang menggusung BLT sudah menang dihati rakya yang menerima. Toh kan rakyat kita senang mendapatkan duit langsung. Habis satu partai angkat isu BLT malah partai lain ikut2 an angkat isu BLT. Sampai akhirnya isu BLT mereda karena takut pamor partai yang mengangkat masalah BLT menurun, kalau cerdik isu BLT ini harus dipertahankan dengan memakai strategi lain. Sehingga benar-benar dapat menyerang partai pro BLT.

Partai oposisi harus pintar-pintar mencari isu-isu lain yang menarik agar bisa merebut hati banyak rakyat. Partai oposisi pasang target Sembako murah, dulu zaman partai oposisi harga lebih murah sekarang mahal. Isu-isu kerakyatakan seperti ini yang perlu di gelontorkan. Kemudian ada juga partai lain berani kasih 1 milyar untuk desa tertinggal. Intinya janji itu jangan hanya sebatas konsep umum saja contohnya, “Partai kita akan Memberantas kemiskinan dan korupsi”, “partai kita akan Tingkatkan Kesejahteraan rakyat”, dsb. Basi kalau kalimat itu diulang-ulang di setiap kampanye. sebaiknya begini : ” Pendidikan tingkat Sekolah Dasar akan Gratis”, “Harga Solar Bensin premium akan diturunkan menjadi Rp xxxxx yang intinya lebih murah dari harga sekarang” Harga sembako beras, minyak goreng Rp yyyyyy” “Rakyat yang tidak bekerja akan diberi tunjangan Rp ccccccc” Usia lanjut berumur xx tahun akan dibebaskan biaya kesehatan” Balita akan dibebaskan dari biaya kesehatan sampai umur 12 tahun”  ” pajak penghasilan akan ditiadakan” dsb…

Keren banget tuh kalau bisa kek gitu, perkara mewujudkannya kan bisa dipikirikan berbagai cara. Wong negara kita kaya raya kok.