Working Overseas Doha – Lagos

Akhirnya saya memulai journey bekerja di bidang Information Technology di Benua Africa, Nigeria.

Transit di Doha International Airport tidak terlalu lama jadi setelah melewati proses ini saya menuju gate penerbangan yang ke Lagos. Kemudian naik shuttle bus menuju pesawat Airbus A330, disini saya menemukan banyak orang Africa, yang akan menuju Lagos.

doha-lagos

doha-lagos-qatar

Sudah dapat tempat duduk. Tidak ada rasa ngantuk dan lelah semangat memulai pekerjaan IT di benua Africa.

doha-lagos-terbang

Siap-siap Take off menjuju Bandara Murtala Muhammed Airport International Lagos.

murtala-airport-lagos

Puji Tuhan, akhirnya landing di Murtala Muhammed International Airport Lagos Nigeria, Wow saya sudah di Benua Africa. Lagos adalah pusat ekonomi Nigeria, dulu pernah menjadi ibukota dan sekarang dipindah ke kota lain namanya Abuja. Setelah turun dari pesawat menuju imigrasi ada antrian dan pemeriksaan termasuk pengecekan paspor visa dan surat Yellow Fever serta beberapa dokumen dari perusahaan.  Penjagaan juga ketat dengan tentara berpakaian militer. Setelah pemeriksaan aman saya menuju ambil bagasi. Terlihat dari kejauhan seseorang mengangkat kertas putih bertuliskan nama saya dan perusahaan. Saya cocokkkan dengan foto benar orangnya. Saya kasih sign dan orang tersebut menganggukkan kepala. Proses selanjutnya protocol officer tersebut yang membantu mengurus semua bagasi dan sampai bisa keluar dari bandara menuju mobil jemputan yang disediakan perusahaan. Welcome to Lagos Sir kata drivernya, kita akan mengantar anda ke Office Residence (rumah untuk karyawan).

 

 

 

Working Overseas Jakarta – Doha – Lagos

Akhirnya saya memulai journey bekerja di bidang Information Technology di Benua Africa, Nigeria.

Setelah melalui proses interview pengurusan visa dan tiket semua dibiayai  pihak perusahaan Telekomunikasi di Lagos Nigeria. Briefing terakhir dari HRD memastikan say siap berangkat dan pihak perusahaan siap menerima saya, untuk protokoler kedatangan dan siapa yang akan menjemput sudah dibriefing pihak perusahaan.

Saya naik Qatar Airways dari Soekarno Hatta International Airport menuju Murtala Muhammed International Airport Lagos, transit dulu di Doha International Airport Qatar. Tulisan ini menjadi pengalaman saya dalam memulai perjalanan ini dari Bandara Soekarno Hatta ke Doha International Airport. Perjalanan ke Doha begitu nyaman dan lancar tidak ada kendala dan pelayanan service pihak maskapai Qatar Airways menyenangkan.

a330

Tempat duduk saya  di Airbus A330 Qatar Airways

a330-jkt-doha

landing-doha-airport

a330-jkt-dohab

a330-jkt-dohac

Perjalanan pertama menuju Doha, Qatar dengan Qatar Airways. Butuh waktu 8 jam untuk bisa sampai di Doha, bisa tidur dan nonton film selama di perjalanan. Akhirnya sampai di Doha, waktu setempat menunjukkan jam 5 pagi. Berangkat jam 1 pagi sampainya jam 5 pagi, seolah-olah perjalanan hanya menghabiskan 4 jam, padahal total nya 8 jam. Perbedaan waktu dan kecanggihan teknologi memang sangat menakjubkan. Bandara Doha cukup berbeda dari bandara lain, pesawat langsung mendarat di parkiran pesawat, sudah ada shuttle bus yang menunggu untuk membawa penumpang ke ruang tunggu, jarak nya sekitar 15 menit.

Landing di Doha International Airport siap-siap ganti pesawat yang ke Lagos, Nigeria.

Setting up raid on an existing debian installation

Instalasi ini dilakukan untuk menambah harddisk pada server yang sudah running, yang sebelumnya hanya memiliki harddisk satu. Kapasitas harddisk kedua sama dengan harddisk pertama. Untuk ini saya memakai RAID (Redundant Array of Independent Disks) , Raid1 saya gunakan karena menggunakan 2 harddisk dan dapat saling menggantikan jika salah satu harddisk rusak.

Berikut instalasi dan konfigurasi Raid 1 pada sistem operasi Linux Debian Lenny.

svr32-backup-id:/home/gtoms# uname -a
Linux svr32-backup-id 2.6.26-2-686 #1 SMP Thu Jan 27 00:28:05 UTC 2011 i686 GNU/Linux

svr32-backup-id:/home/gtoms# cat /etc/debian_version
5.0.8

Continue reading

Cyberoam iView Linux Installation Guide

 

Cyberoam Iview adalah software Intelligent Logging dan Reporting. Software ini bersifat open source dan dapat kita download dan gunakan gratis tanpa membayar lisensi, fitur software ini sangat bagus dimana banyak software sejenis lainnya di develop secara lisensi. Cyberoam iView merupakan keluaran terbaru setelah perusahaan Cyberoam mengeluarkan devices untuk network security dan router. Traffic pemakaian setiap user dapat kita monitor melalui iView, Devices dan software Cyberiam sangat cocok bagi internet service provider dimana dapat menempatkan router cyberoam di clientnya dan memberikan user login ke usernya melalui server iView untuk dapat melihat dan memantau aktifitas internet user tersebut. Software ini dapat saya katakan gabungan dari beberapa software lain seperti Untangle, Cacti, SARG, Bandwidth Management, QOS, Filtering,dan sebagainya.

Instalasi software versi Linux Cyberoam-iView  agak sulit tetapi dengan waktu yang cukup akhirnya saya berhasil menginstall software ini dan memasukkan puluhan cyberoam devices ke dalam server ini untuk dapat dimonitor dan diberikan ke client. Bagaimana proses instalasi dan konfigurasinya ?

Continue reading

Benefits bekerja di luar negeri

Ada 2 kategori negara tujuan jika kita ingin mencari pekerjaan teknologi informasi. 1 negara dengan kategori RISK Country dan 2 negara dengan kategori NON RISK Country. Artinya negara tujuan yang RISK Country memiliki masalah dengan kultur budaya atau politik yang sedang terjadi di negaranya. Contoh risk country seperti sebagian negara di Afrika atau Timur Tengah. Tapi tidak selamanya negara tersebut risk karena biasanya image yang tercipta membuat seperti itu. Kalau negara non risk biasanya yah Asia, US,UK dan sebagainya. Sepengetahuan saya tenaga kerja IT kita banyak bekerja di Asia, jarang yang mau jauh berangkat seperti ke Afrika dan Timur Tengah atau karena sudah ada image takut duluan atau susah tembusnya. Benefits bekerja di RISK Country tentu lebih besar dibanding bekerja di NON RISK Country.

Saya tidak pernah bermimpi berangkat sebagai tenaga kerja IT(teknologi informasi) ke luar negeri. Sampai ada peluang datang dari salah satu perusahaan telekomunikasi di luar negeri yang meminta waktu saya untuk interview. Saya sempat abaikan sampai yang bersangkutan email untuk ke dua kalinya, baru saya balas walau dengan niat sekedar mencoba saja.

Interview lancar baik pertanyaan lisan dan testing ke server untuk configure something lancar, saya merendah aja dia bilang excellent. Akhirnya saya berangkat dan bekerja di perusahaan ini sekarang. Alasan saya mau berangkat yaitu benefits yang saya dapatkan selama bekerja disana. Apa saja Expat Benefits yang saya dapatkan ?

Continue reading

Proses berangkat untuk bekerja di Luar Negeri

Saat ini sudah banyak tenaga kerja IT (teknologi informasi) dari Indonesia yang bekerja di luar negeri.  Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya Cara mendapatkan pekerjaan IT di luar negeri.  Sebelum berangkat bekerja ke luar negeri, kita melewati proses seleksi dan interview yang bisa mencapai 1 bulan atau lebih, dari permintaan CV, interview via phone jika tidak ada perwakilan di Jakarta, jika direct hire(tanpa agent)  interview bisa dilakukan usernya langsung dan terakhir Human Resources Department (HRD). Jika melalui Agency biasanya, pihak agency melakukan pendekatan ke kita dan kemudian jika diterima di introduce ke clientnya.

Setelah melewati seleksi interview dengan user(head/manager) langsung, dan kita punya kualifikasi untuk lolos maka  selanjutnya pihak HRD akan interview termasuk menanyakan salary yang diinginkan dan kemudian jika mereka setuju akan diberikan document kontrak via email,  jika mereka ingin menegoisasi salary yang kita inginkan akan ada komunikasi selanjutnya sampai dicapai kesepakatan. Kontrak berisi benefit, perjanjian dan kesepakatan-kesepakatan yang terjadi dengan perusahaan.  Kontrak baiknya dibaca sebaik-baiknya jangan sampai ada sesuatu yang merugikan dan patut ditanyakan ke employer jika tidak mengerti.  Jika semua sudah cocok dengan keinginan kita, selanjutnya kita tandatangani dan scan kontrak, selanjutnya kita email ke employer, jangan lupa meminta scan kontrak kembali dengan tanda tangan dari HR Manager yang menandakan kita resmi diterima di perusahaan tersebut. Jangan sampai anda belum terima dokumen kontrak yang ditandatangani HRD Manager, anda sudah putuskan resign saat anda masih bekerja. Karena kekuatan hukumnya anda menerima dokumen kontrak berdasarkan tandatangan anda dan pihak perusahaan yang diwakilin oleh HRD manager.

Continue reading

Cara mendapatkan pekerjaan IT di luar negeri

Tidak salah saat kuliah aku mengambil jurusan yang berhubungan dengan Teknologi Informasi. Manfaatnya setelah kuliah menjadi pekerja IT(Information Technology) malang melintang di Jakarta tak karuan berkutat di dunia teknologi informasi dan saatnya melompat jauh ke negara lain sebagai pekerja IT bertaraf  internasional.

Saya tidak tau pastinya berapa puluh orang Indonesia menjadi pekerja IT di luar negeri. Tapi yang pasti ada dan sudah banyak yang berangkat. Saatnya menunjukkan skill orang Indonesia patut diperhitungkan, jangan kalah sama orang India yang sudah banyak bekerja di luar negeri. Orang India saja bisa kenapa orang Indonesia tidak ?

Cara mendapatkan pekerjaan IT diluar negeri tidaklah mudah. Baik di Asia, Amerika, Afrika. Yang paling diminati kerja di Asia dan Amerika, dan Timur Tengah juga mulai diminati. Di Afrika juga banyak tawaran bekerja seperti di perusahaan minyak.

Sebelum memiliki niat bekerja di luar negeri, point penting yang harus dimiliki adalah skill. Contoh sebuah perusahaan mencari tenaga kerja bisa Linux, maka perusahan ini akan mencari kandidat dengan pengalaman banyak dengan Linux. Yang menjadi masalah adalah bagaimana perusahaan mengetahui si A bisa linux, si B expert linux ?

Continue reading

OSS-BSS-System Environmental for WiMax

Provider WiMax haruslah memiliki Data Centre yang difungsikan untuk  IP CORE, Operating Support Systems, Billing Systems, Proactive Network Operating Center (PNOC) dan Interoperability Testing labs(IOT).

Part pekerjaan saya dibagian system engineer, server operation, network security menyangkut Operating System OSS/BSS pada server produksi dan IOT dan tidak  memegang IP Core. Selama  hampir 5 bulan berkutat di sebuah provider WiMax di Jakarta sangat banyak pengalaman yang saya dapatkan. Disamping infrastruktur yang sudah ada saya juga tidak mau hanya memakai barang vendor tetapi membangun Monitoring system yang dapat berfungsi global untuk memudahkan Network Operation Centre memantau aktifitas yang ada. Sayangnya saya tidak bisa lama di perusahaan ini dikarenakan akan pindah kerja ke luar negeri. Pilihan yang berat dimana saya sudah sangat dekat dengan semua server yang ada. CTO perusahaan ini yang orang Italia juga sempat memberikan janji benefit lain agar saya mau stay, tapi yang namanya peluang bekerja diluar negeri tidak mudah didapat. Jadinya dengan berat hati saya memilih kerja ke luar negeri.

So seperti biasa saya pamit dengan server-server di data centre yang hampir setiap hari saya masuk ke dalam nya baik dalam instalasi, troubleshoot,maintenance,patch,upgrade. Berikut server-server yang saya tangani selama di perusahaan ini.

Continue reading

Rendahnya gaji pekerja IT di Indonesia

Tanpa disadari pelan-pelan tapi pasti banyak pekerja IT(teknologi informasi)  dari Indonesia bekerja ke Luar Negeri, dan hampir 70% menjadi pekerja IT di negara tetangga Indonesia di Asia. Sisanya di benua lain seperti Eropa, Amerika, Afrika, bahkan Timur Tengah. Trend pekerja IT di Jakarta sekarang yaitu menerima pinangan perusahaan menengah dan atas di luar negeri.  Di Indonesia nilai gaji seorang pekerja IT lebih tinggi di Jakarta dibanding di kota-kota besar lain di Indonesia, jadi jarang pekerja IT mencari pekerjaan IT di kota-kota lain di Jakarta. Kalau sudah mentok di Jakarta yang keluar negeri.

Ada 2 faktor yang menentukan bagaimana nilai gaji seorang pekerja IT yaitu :

-tenaga kerja

-perusahaan

Continue reading

Backup dan Recovery Solaris dengan FLAR

Sistem backup dan restore di kantor sudah ada pakai Netbackup Symantec 7. Tapi aku tetap saja masih kuatir, agar bisa tidur nyenyak aku siapkan cara lain untuk membackup server-server Solaris 10 yang production sekarang. Caranya dengan membuat Flash Archive(FLAR). Server Solaris 10 dengan aplikasi yang running didalamnya dapat kita jadikan satu file berbentuk image sehingga dapat kita restore menggunakan CD jika terjadi crash pada server tersebut. FLAR sangat simple, perintahnya hanya satu baris dan dapat kita burn ke CD untuk jaga-jaga. FLAR juga dapat digunakan jika kita menginstall Solaris pada banyak mesin.

Contoh perintah FLAR pada salah satu server Solaris 10 :

  1. flarcreate -S -c -n master_sys_env_1 master_sys_env_1.flar

Continue reading

Centralized Logging menggunakan Splunk+Syslog-ng

 

Aku mendapat tambahan pekerjaan dari ngurusin Security, sekarang menjadi Server Operation Leader di perusahaan operator WiMax di Jakarta.  Mengerikan melihat banyaknya server didalam data centre dan secara expert technical on site  hanya saya yang  dibebani tanggung jawab.  Manager dan Head operation sama sekali tidak bisa mengerti detail hal-hal teknis , taunya beres, bingung saya model rekruitment disini, menurut kacamata pengalaman saya di bidang IT sudah sewajarnya Manager dan Head memiliki basic kuat hal-hal teknis yang berada dibawah tanggung jawabnya, jika staffnya tidak available maka sang Manager dan Head bisa turun gunung membenarin server.

But show must go on, saya enjoy saja, kembali ke splunk+syslog-ng, rencana saya memasukkan log pada 16 server Solaris, 20 server Linux(Red Hat Enterprise Linux 5 & Debian 6), 5 server Windows Server 2003 ke dalam server centralized log ini. Departement lain yaitu IP/Network Core juga meminta agar device cisco dan perangkat mereka juga bisa masuk ke dalam centralized log ini. Melihat hal tersebut saya harus punya senjata yang dapat menjadi bukti letak permasalahan(root causes) sebuah problem. Based pengalaman dari kantor sebelumnya saya tambahkan sebuah fitur baru untuk NOC Department yaitu Log terpusat(Centralized loging) maksudnya semua catatan log pada server dan device cisco dapat disimpan dalam server centralized ini.

Berikut proses instalasi dan konfigurasi instalasi Splunk+Syslog-ng dan konfigurasi syslog pada server Linux,Solaris,Windows Server

Continue reading

OSS/BSS/Cisco Monitoring using Cacti

Empat bulan lalu ketika aku baru bergabung di salah satu perusahaan operator WiMax Jakarta kondisi monitoring tools masih dirajai oleh product vendor seperti Cisco Ana, InfoVista,Alvarion,Tellabs. Software mahal tersebut sangat egois karena hanya mikirin memonitor productnya saja.  NOC membutuhkan tools yang dapat bisa melihat graphing traffic statistics, bandwidth, server, device cisco, tellabs,dsb. Untuk ini tanpa basa basi aku hajar aja pasang Cacti, dan minta server untuk keperluan ini.  Setelah dikasih langsung aku install sistem operasi Linux Debian 6 dengan Cacti. Hasilnya Cacti langsung masuk di layar TV NOC Department.

Berikut proses instalasi Cacti pada sistem operasi Linux Debian 6.0 :

– Cacti memerlukan :

RRDTool1.0.49 or higher.NET-SNMP.MySQL4.1.x or higher.PHP 4.3.6 or higher.Apache/IIS or any other web server.

Untuk Instalasi sistem operasi Linux Debian bisa dibaca di sini. Setelah selesai instalasi sistem operasi Debian, saya masuk ke instalasi Cacti :

#apt-get install cacti

Continue reading

Server Farm Monitoring using Nagios

Setiap hari di kantor saya selalu berhadapan dengan server Operational Support Systems (OSS) and Business Support Systems (BSS). Server farm ini berada didalam Data Centre dengan jumlah 16 server Solaris 10, 20 server Linux(Red Hat Enterprise Linux 5 & Debian 6), 5 server Windows Server 2003. Untuk memudahkan memonitoring semua perangkat server tersebut salah satunya dengan Nagios.  Kali ini saya akan berbagi ilmu untuk setup nagios dan memonitor server Windows, Linux, Solaris. Kedepan saya akan tulis juga untuk Cacti, Splunk+Syslog-ng

Server utama Nagios menggunakan SunFire X4170 yang akan memonitor server farm yaitu  server Solaris menggunakan Sun Sparc T5220,M4000,M3000, Linux menggunakan SunFireX4170, Windows menggunakan HP Proliant DL 380.

Tahapan setup Nagios Server :

1. Install sistem operasi Red Hat enterprise Linux 5

2. Install gcc compiler 4.3.6, Apache Server 2, Open SSL 0.9.7, GD development package, OpenSSH 3.6

3.Install dan configure Nagios, NRPE,Check Log File Plugin,dsb.

Berikut prosesnya :

Continue reading

Instalasi RHEL 5 dan Debian 6 pada Sun Fire X4170 Server

Kantor kedatangan 3 server Sun Fire X4170 Server, server ini merupakan keluaran Oracle Sun dengan prosesor x86. Server ini seharga 25 juta an.

Ketiga server ini akan di isi sistem operasi Linux distribusi Red Hat Enterprise 5 dan Debian 6. Setelah sistem operasi selesai diinstall baru di isi dengan aplikasi WiMAX 802.16d

Tahapan awal instalasi Red Hat Enterprise Linux 5.3 saya siapkan 6 cd instalasi RHEL dengan lisensinya, serta laptop untuk konfirgurasi ke ILOM Sunfire x4170.

CD installer, Laptop, Aten UC-232A

Saya mulai dengan masuk ke Sun Integrated Lights Out Manager (ILOM) pada Sun Fire x410 server, saya menggunakan putty.

Continue reading

Upgrade Debian Lenny ke Squeeze

Ini waktunya Squeeze! bagi Debian lovers.

Desktop, server segera update ke versi terbaru Sistem operasi Linux distribusi Debian dengan versi terbaru 6 dengan kode nama Squeeze yang baru direlease pada 6 Februari 2011. Thanks to all people involved. Lets have upgrade now!

Cara upgrade :

Edit file /etc/apt/sources.list ganti baris yang ada dengan :

deb http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze main
deb-src http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze main

deb http://security.debian.org/ squeeze/updates main
deb-src http://security.debian.org/ squeeze/updates main

deb http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze-updates main
deb-src http://ftp.us.debian.org/debian/ squeeze-updates main

lalu jalankan :

apt-get update
apt-get upgrade
apt-get dist-upgrade
reboot